Inflasi Kalteng Februari 2026 Naik 0,46 Persen, Harga Pangan Dominasi Kenaikan

Aa1xmsvt 2
Aa1xmsvt 2



PALANGKA RAYA, .CO –

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Februari 2026 sebesar 0,46 persen.

“Inflasi Februari 2026 secara bulanan tercatat sebesar 0,46 persen dengan kenaikan harga terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan pemantauan di empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK), nilai IHK Kalteng meningkat dari 110,40 pada Januari 2026 menjadi 110,91 pada Februari 2026.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yakni sebesar 0,35 persen,” jelasnya.

Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi m-to-m antara lain daging ayam ras sebesar 0,12 persen, emas perhiasan dan cabai rawit masing-masing 0,11 persen, ikan nila 0,06 persen, serta beras 0,04 persen.

“Daging ayam ras menjadi komoditas paling dominan mendorong kenaikan harga di seluruh wilayah pantauan.”

Secara tahunan, inflasi Kalteng pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,06 persen (year-on-year), sementara inflasi year-to-date berada di angka 0,85 persen.

“Untuk inflasi year-on-year, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil terbesar, yakni 2,03 persen,” jelasnya.

Beberapa komoditas yang memberi kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan antara lain tarif listrik 1,91 persen, emas perhiasan 0,85 persen, beras 0,27 persen, daging ayam ras 0,26 persen, serta sigaret kretek mesin 0,14 persen.

“Ada beberapa faktor yang memengaruhi dinamika harga pada Februari, di antaranya keterbatasan pasokan daging ayam ras karena belum memasuki masa panen atau potong, kenaikan harga emas dunia, serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan,” tutupnya.

Penyebab Inflasi Bulanan

Inflasi bulanan di Kalteng terjadi akibat kenaikan harga pada beberapa komoditas penting. Berikut adalah daftar komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi:

  • Daging ayam ras: naik sebesar 0,12 persen
  • Emas perhiasan: naik sebesar 0,11 persen
  • Cabai rawit: naik sebesar 0,11 persen
  • Ikan nila: naik sebesar 0,06 persen
  • Beras: naik sebesar 0,04 persen

Menurut Agnes, daging ayam ras menjadi komoditas yang paling dominan dalam memengaruhi kenaikan harga. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pasokan yang terjadi karena belum masuknya musim panen atau pemotongan.

Inflasi Tahunan dan Faktor Pendukung

Selain inflasi bulanan, inflasi tahunan juga tercatat meningkat. Pada Februari 2026, inflasi Kalteng mencapai 5,06 persen.

Faktor-faktor yang memengaruhi inflasi tahunan antara lain:

  • Tarif listrik: naik sebesar 1,91 persen
  • Emas perhiasan: naik sebesar 0,85 persen
  • Beras: naik sebesar 0,27 persen
  • Daging ayam ras: naik sebesar 0,26 persen
  • Sigaret kretek mesin: naik sebesar 0,14 persen

Agnes menambahkan bahwa kenaikan harga emas dunia dan peningkatan permintaan menjelang Ramadan turut berkontribusi pada inflasi tahunan.

Perkembangan IHK di Kalteng

Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalteng mengalami kenaikan dari 110,40 pada Januari 2026 menjadi 110,91 pada Februari 2026.

Peningkatan ini mencerminkan adanya kenaikan harga secara umum di berbagai sektor. Terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan.

Prediksi dan Rekomendasi

Meski inflasi masih dalam batas wajar, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap fluktuasi harga. Kenaikan harga emas dan daging ayam ras dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Lebih lanjut, BPS Kalteng akan terus memantau perkembangan harga untuk memberikan data yang akurat dan membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat.

Pos terkait