bali.
, DENPASAR – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali sedang mempersiapkan inovasi baru yang diberi nama Serambi Bali atau Sentra Masjid Ramah Pemudik. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan tempat beristirahat bagi para pemudik saat arus mudik Idulfitri 2026.
Kemenag Bali telah melakukan pemetaan terhadap sekitar enam masjid yang dianggap representatif dan dapat digunakan sebagai tempat singgah atau istirahat selama perjalanan mudik. Menurut Kepala Kanwil Kemenag Bali I Gusti Made Sunartha, inovasi Serambi Bali akan diterapkan di Kabupaten Jembrana, baik di masjid maupun pura yang memiliki lokasi strategis.
Selain itu, halaman Pura Majapahit di Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana juga akan dimanfaatkan sebagai tempat istirahat. Lokasi ini berdekatan dengan Masjid Nurul Amin yang berada di jalur mudik Denpasar-Gilimanuk. Hal ini diharapkan dapat memudahkan para pemudik yang melintasi jalur tersebut.
Kakanwil Kemenag Bali menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Pemkab Jembrana terkait penggunaan fasilitas kamar mandi di rumah ibadah tersebut. Selain itu, Kemenag Bali juga membuka opsi untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis dengan bekerja sama dengan Puskesmas terdekat.
Pihaknya juga sedang mencari sponsor untuk rencana pembukaan pemeriksaan sepeda motor guna memastikan keamanan dan kenyamanan saat berkendara. “Kemungkinan juga disediakan minum kopi,” ujar I Gusti Made Sunartha.
Inovasi ini menjadi bagian dari program Harmoni Ramadan yang memiliki makna harmonis, rukun, moderasi, dan nilai iman. Beberapa titik jalur mudik di Bali, termasuk jalur utara Kabupaten Buleleng, juga direncanakan akan menyediakan inovasi serupa.
Kemenag Bali juga telah melakukan safari Ramadan di Kabupaten Tabanan, serta akan segera melakukan kunjungan ke pemerintah kabupaten/kota lainnya di Bali. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau calon pemudik untuk mudik lebih awal karena Hari Suci Nyepi yang jatuh berdekatan dengan Idulfitri.
Rangkaian Hari Raya Nyepi mulai berlangsung pada Rabu (18/3), ditandai dengan upacara Tawur Agung Kesanga. Hari berikutnya, Kamis (19/3), menjadi puncak Hari Raya Nyepi yang berlangsung hingga Jumat (20/3) pagi pukul 06.00 WITA.
Hari Raya Idulfitri berdasarkan kalender pemerintah jatuh pada Sabtu (21/3) dan Minggu (22/3). Dengan adanya rangkaian acara ini, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik agar bisa merayakan hari besar agama dengan tenang dan damai.





