Inggris Izinkan AS Serang Iran dari Pangkalan Militer

Pembenahan Strategi Pertahanan Inggris dalam Konflik Timur Tengah

Pemerintah Inggris telah menyetujui penggunaan pangkalan militer mereka untuk mendukung serangan terbatas AS terhadap kemampuan rudal Iran. Keputusan ini diambil oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang menekankan pentingnya menghentikan ancaman dari Iran dengan cara menghancurkan rudal-rudal tersebut sebelum mereka ditembakkan.

Langkah-langkah yang Diambil oleh Inggris

Starmer menyatakan bahwa langkah paling efektif untuk menghentikan perlawanan Iran adalah dengan menghancurkan rudal-rudalnya dari titik peluncuran. Dalam pernyataannya melalui video, ia menjelaskan bahwa Inggris telah memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer mereka dalam operasi pertahanan khusus dan terbatas.

“Satu-satunya cara untuk menghentikan ancaman tersebut adalah dengan menghancurkan rudal-rudal tersebut di sumbernya, di depot penyimpanannya atau peluncur yang digunakan untuk menembakkan rudal. AS telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan khusus dan terbatas tersebut. Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini,” ujar Starmer dalam video pernyataan.

Keputusan ini diambil di tengah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran serta balasan serangan rudal dan drone dari Teheran. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Kehadiran Pesawat Inggris di Langit Timur Tengah

Pada 28 Februari 2026, setelah Operasi Epic Fury, Starmer mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat Inggris berada di langit seluruh Timur Tengah sebagai bagian dari operasi pertahanan regional terkoordinasi untuk melindungi rakyat, kepentingan, dan sekutu Inggris. Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, juga mengungkapkan bahwa dua rudal Iran ditembakkan ke arah Siprus, tempat Inggris mempertahankan area pangkalan kedaulatan utama.

Angkatan Udara Kerajaan mengonfirmasi bahwa jet Typhoon yang beroperasi dari Qatar sebagai bagian dari Skuadron Typhoon gabungan Inggris-Qatar berhasil mencegat sebuah drone Iran yang menuju ke Qatar. Sekitar 300 personel Inggris ditempatkan di fasilitas angkatan laut di Bahrain, tempat rudal dan drone Iran menyerang daerah-daerah terdekat.

“Kami menembak jatuh drone yang mengancam pangkalan, rakyat, atau sekutu kami,” kata Healey kepada Sunday Morning with Trevor Phillips di Sky News.

Peran Inggris dalam Operasi Bersama Amerika Serikat

Healey menyatakan bahwa semua tindakan Inggris bukan untuk membantu Amerika Serikat dan Israel. Namun, aksinya dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri. Saat ini, Inggris belum bisa memastikan apakah akan ikut aksi serangan bersama Amerika Serikat secara aktif, meski pada 28 Februari 2026 lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah berbicara intensif dengan Starmer.

“Kami telah meningkatkan peran kami bersama Amerika. Kami telah meningkatkan pasukan pertahanan kami di Timur Tengah. Kami menerbangkan serangan-serangan itu. Semua tindakan kami adalah untuk membela kepentingan dan membela sekutu Inggris,” ujar Healey.

Tindakan yang Dilakukan untuk Melindungi Sekutu

Selain itu, Inggris juga menempatkan pasukan dan alat bantu di berbagai lokasi strategis untuk memastikan perlindungan terhadap kepentingan negara dan sekutu. Tindakan ini mencerminkan komitmen Inggris dalam menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah, terlepas dari situasi yang semakin memanas.

Dengan peningkatan peran Inggris dalam operasi bersama AS dan Israel, kawasan ini semakin menjadi pusat perhatian internasional. Tindakan-tindakan yang diambil oleh Inggris menunjukkan bahwa negara ini siap bertindak jika diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional dan sekutu.

Pos terkait