Inggris meminjamkan pangkalan militer ke AS meski enggan serang Iran

Aa1jyxfa 2
Aa1jyxfa 2

Peran Inggris dalam Krisis Timur Tengah

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa negaranya tidak akan terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran. Namun, Inggris tetap siap berpartisipasi dalam tindakan pertahanan bersama dengan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meminjamkan pangkalan militer mereka untuk operasi tertentu.

Starmer mengungkapkan bahwa pihaknya belajar dari kesalahan yang terjadi selama Perang Irak pada tahun 2003. Saat itu, Inggris menurunkan sekitar 40.000 tentara sebagai bagian dari serangan awal setelah AS menyatakan perang terhadap terorisme yang dimulai pada September 2001. Ia menekankan bahwa kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah Inggris.

“Kami ingat kesalahan yang terjadi di Irak. Karena itu, kami tidak akan berpartisipasi dalam serangan awal terhadap Iran,” ujar Starmer dalam unggahan resmi di akun Instagram-nya, Senin (2/3).

Serangan Misil Iran ke Negara-Negara Timur Tengah

Iran telah meluncurkan misil ke delapan negara di kawasan Timur Tengah, yaitu Israel, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Qatar, Irak, dan Oman. Serangan tersebut terjadi pada akhir pekan lalu, tepatnya pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Starmer menilai bahwa serangan ini secara sengaja menargetkan fasilitas publik seperti hotel dan bandara.

Menurutnya, kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Hosseini Khamenei, memicu perubahan strategi Iran. Ia menilai bahwa serangan misil Iran menjadi lebih ganas pasca kematian Khamenei. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga Inggris yang tinggal di kawasan tersebut, yang mencapai sekitar 200.000 orang.

Langkah Pertahanan Bersama

Starmer menekankan bahwa langkah utama yang akan diambil oleh pemerintah Inggris adalah pertahanan kolektif terhadap negara-negara sahabat di Timur Tengah. Ia menilai bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan serangan misil Iran adalah dengan menghancurkan depot misil di wilayah Persia.

Untuk mendukung hal ini, Starmer telah memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris di Timur Tengah secara spesifik dan terbatas. Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah Iran meluncurkan misil hingga menyerang negara yang tidak berkepentingan.

“Ini cara pemerintah Inggris melindungi kepentingan dan nyawa warga Inggris,” tambahnya.

Reaksi dari Iran

Serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah tidak hanya membuat negara-negara tersebut merasa terancam, tetapi juga memicu reaksi dari masyarakat Iran sendiri. Setelah kematian Ayatollah Khameini, rakyat Iran menunjukkan penolakan terhadap pemecahbelahan negara mereka.

Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional Iran, Ali Larijani, menyampaikan pernyataan yang menunjukkan sikap keras terhadap ancaman luar. “Kalian telah membakar hati rakyat Iran, kami akan membakar hati kalian,” katanya dalam pernyataannya, dikutip dari kantor berita resmi IRNA, Minggu (1/3).

Penutup

Dalam situasi yang semakin memanas, Inggris berusaha menjaga keseimbangan antara menjaga hubungan diplomatik dan melindungi kepentingan nasional. Dengan tindakan pertahanan bersama dan kerja sama dengan negara-negara lain, pemerintah Inggris berharap dapat mencegah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Pos terkait