Ini skenario jika Iran mundur dari Piala Dunia 2026 di AS akibat konflik Timur Tengah

Aa1wiesh
Aa1wiesh

Partisipasi Iran di Piala Dunia FIFA 2026 Terancam

Pembahasan mengenai partisipasi Iran dalam Piala Dunia FIFA 2026 kini menjadi sorotan utama, terutama setelah muncul laporan tentang tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa ini memicu serangan rudal balasan di seluruh Timur Tengah, yang secara tidak langsung membuat situasi politik dan keamanan di negara tersebut semakin memanas.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dalam pernyataannya di televisi publik Iran menyampaikan sikap organisasi mereka terhadap serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap negara mereka. Dalam hal ini, ia memberikan sinyal bahwa federasi tidak akan memberangkatkan tim nasionalnya untuk berlaga di Piala Dunia 2026.

“Apa yang terjadi hari ini dengan serangan dari Amerika Serikat, sepertinya kita tidak bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para petinggi olahraga lah yang harus memutuskan hal itu,” ujar Mehdi Taj.

Iran sejatinya telah lolos ke Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi lawan-lawannya di Grup B, yaitu Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Dua pertandingan grup dijadwalkan di Los Angeles, Stadion SoFi, dan pertandingan ketiga melawan Mesir di Seattle, Lumen Field.

Spekulasi Mengenai Pengganti Iran

Dengan rencana mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026, muncul beragam spekulasi tentang siapa yang akan menggantikan mereka untuk terbang ke benua Amerika. FIFA memiliki hak untuk mengganti peserta Piala Dunia jika dalam kondisi mendesak. Iran yang berstatus sebagai wakil zona Asia (AFC) seharusnya juga digantikan oleh tim yang berasal dari konfederasi yang sama dengan mereka untuk menjaga kuota benua.

Meski begitu, penentuan tim pengganti tidak bisa dilakukan secara acak, dan disesuaikan dengan hasil kualifikasi terakhir. Uni Emirat Arab (UEA) telah disebutkan dalam laporan terkait jalur kualifikasi Asia, meskipun belum ada keputusan resmi. Selain itu, Irak yang berhak tampil di babak playoff antarkonfederasi juga memiliki peluang lolos otomatis mengisi slot Iran di fase grup.

Jika skenario itu terjadi, Irak akan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Sedangkan UEA akan menghadapi tim pemenang antara Bolivia dan Suriname di final playoff antarkonfederasi.

FIFA Memantau Situasi Global

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, dalam keterangannya di pertemuan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional di Cardiff, Wales menegaskan bahwa pihaknya masih terus memantau situasi global sebelum memutuskan lebih lanjut tentang gelaran Piala Dunia 2026.

“Kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia,” kata Grafstrom. “Kami telah melakukan pengundian babak final di Washington di mana semua tim berpartisipasi, dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi.”

FIFA juga menegaskan bahwa pembatasan perjalanan ke 39 negara, termasuk Iran, tetap berlaku. Namun, ada pengecualian bagi ‘atlet, pelatih, staf pendukung, dan kerabat dekat yang bepergian untuk Piala Dunia, Olimpiade, atau acara olahraga besar lainnya’. FIFA juga meluncurkan visa khusus bernama FIFA PASS bagi pendukung dari luar negeri.

Warga negara yang terdampak Proclamation 10998 tetap diperkenankan mengajukan permohonan. Meski demikian, FIFA PASS tidak membatalkan atau menggantikan kebijakan larangan perjalanan yang masih diberlakukan.


Pos terkait