Kabar duka kembali menyelimuti Republik Indonesia. Mantan Wakil Presiden RI, Try Sutrisno, meninggal dunia pada hari ini, Senin (2/3/2026). Pihak keluarga mengumumkan kabar tersebut dan menyampaikan pesan yang penuh makna.
Kabar duka ini pertama kali diungkapkan oleh putrinya melalui akun media sosial Instagram. Menurut informasi yang diberikan, mantan Wakil Presiden ke-6 RI ini meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji’uun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu’anhu.”
“Telah meninggal dunia ayah/kakek/buyut/kakak kami Jendral TNI (Purn) H Try Sutrisno bin Subandi Wapres ke 6 RI pada hari ini Senin 02 Maret 2026 di RSPAD jam 06.58 WIB,”
tulis Natalia Indrasari Try Sutrisno di akun Instagramnya.

Kabar duka ini juga telah dikonfirmasi oleh Kepala RSPAD, Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya. Ia membenarkan bahwa Try Sutrisno meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
“Benar,” ujar Albertus, seperti dikutip dari Kompas.com.
Jenazah akan dimandikan di rumah duka RSPAD dan kemudian dibawa ke rumah duka di daerah Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam postingan yang sama, pihak keluarga juga menyampaikan permintaan agar kesalahan dan khilaf mendiang dimaafkan.
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon do’a dari Bapak Ibu sekalian agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,”
pungkasnya.
Riwayat Karier Politik Try Sutrisno
Try Sutrisno adalah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia pada periode 1993 hingga 1998. Ia menjadi pendamping Presiden Soeharto selama masa jabatannya.
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1992-1997 memilih Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden melalui Sidang Umum pada tahun 1993.
Pada 1998, tugasnya sebagai Wakil Presiden berakhir dan digantikan oleh BJ. Habibie dalam Sidang Umum MPR.
Peran dan Kontribusi
Selama menjabat Wakil Presiden, Try Sutrisno dikenal sebagai tokoh yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas politik Indonesia. Ia juga memiliki latar belakang militer yang kuat, dengan pangkat jenderal TNI sebelum pensiun.
Pengabdian dan dedikasinya terhadap bangsa dan negara membuatnya menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Republik Indonesia.
Pesan untuk Masyarakat
Pihak keluarga juga mengajak masyarakat untuk memberikan doa bagi almarhum. Mereka berharap semoga jasad almarhum diterima di sisi Tuhan dan mendapat tempat terbaik.
Ini merupakan momen duka yang sangat berat bagi keluarga besar dan seluruh rakyat Indonesia. Duka yang disampaikan tidak hanya untuk almarhum, tetapi juga untuk semua yang pernah terinspirasi oleh perjalanan hidup dan pengabdiannya.





