Penjelasan Wardatina Mawa Mengenai Pertemuan dengan Anak
Wardatina Mawa, seorang kreator konten asal Medan, mengungkapkan keherannya terhadap keluhan yang disampaikan oleh Insanul Fahmi tentang kesulitan dalam bertemu dengan anak mereka. Menurutnya, sang suami sempat bertemu dengan buah hati mereka beberapa hari lalu.
“Saya bingung ya, kemarin baru ketemu ya. Jadi, saya bingung kenapa dibilang enggak pernah ketemu. Karena kemarin baru empat hari yang lalu itu baru ketemu,” ujar Wardatina Mawa di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).
Ia merasa heran dengan tudingan bahwa dirinya mempersulit Insanul Fahmi untuk bertemu dengan anak. Menurutnya, pertemuan tersebut sudah terjadi dan tidak ada penghalangan dari pihaknya.
“Itu baru ketemu, dan saya bingung kenapa dia kasih statement seperti itu,” kata Wardatina Mawa.
Peringatan untuk Berkata Jujur di Bulan Ramadan
Wardatina Mawa juga menegaskan pentingnya kejujuran dalam bulan Ramadan. Ia berharap agar Insanul Fahmi tidak menyebarkan fitnah yang tidak benar.
“Karena kan melalui mbaknya juga,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak menutup akses komunikasi antara Insanul Fahmi dan anak mereka. Menurutnya, semua proses dilakukan melalui pihak ketiga, yaitu mbaknya.
“Tolong dong ini juga puasa, ya, jangan terlalu banyak fitnah juga. Saya juga enggak menutup akses hubungan dia sama anak saya, karena kan melalui mbaknya juga,” tambahnya.
Tidak Ada Penghalangan dalam Komunikasi
Wardatina Mawa kembali menegaskan bahwa dirinya tidak membatasi Insanul Fahmi untuk bertemu atau berkomunikasi dengan anak mereka. Menurutnya, semua kegiatan dilakukan secara alami dan tanpa adanya hambatan.
“Jadi, kalau saya pribadi saya memang tidak ada merespons sama sekali. Jadi, enggak apa-apa melalui mbaknya saja dan memang baru kemarin itu baru ketemu,” sambungnya.
Ia berharap agar semua pihak dapat menjaga suasana yang baik dan saling menghormati, terutama di bulan Ramadan yang penuh makna.
Kesimpulan
Dari penjelasan Wardatina Mawa, terlihat bahwa ia tidak membatasi akses Insanul Fahmi untuk bertemu dengan anak mereka. Sebaliknya, ia mengingatkan agar semua pihak dapat berkata jujur dan menjaga hubungan yang harmonis. Dengan demikian, masalah yang muncul dapat diselesaikan secara baik dan damai.





