Permohonan Perlindungan Hukum yang Diajukan Insanul Fahmi
Insanul Fahmi, seorang tokoh masyarakat, secara resmi mengajukan permohonan perlindungan hukum terkait laporan yang ditujukan kepadanya. Permohonan tersebut mencakup permintaan agar proses hukum atas dugaan perzinaan dan perselingkuhan yang menimpanya dapat ditangguhkan sementara waktu.
Laporan tersebut diketahui berasal dari istrinya sendiri, Wardatina Mawa. Dalam laporan itu, nama Inara Rusli juga disebut sebagai pihak yang terkait dengan kasus ini. Langkah hukum yang diambil oleh Insanul Fahmi dilakukan melalui kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tetap menghormati mekanisme hukum yang sedang berjalan di kepolisian.
Tommy menyampaikan bahwa kliennya telah mengajukan permohonan perlindungan hukum kepada jajaran pimpinan kepolisian. Surat permohonan tersebut dikirim langsung oleh Insanul tanpa perantara. “Ya, jadi di sampaikan sendiri, dia kirim suratnya sendiri ke Kapolda Metro ya, Mas Insanul. Ke Kapolda Metro, ke Direktur PPA,” ujarnya.
Insanul Fahmi kemudian menjelaskan alasan di balik pengajuan surat tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk ikhtiar untuk menghadapi laporan yang sedang berjalan. “Kemarin saya sudah mengajukan surat perlindungan hukum untuk diajukannya penundaan atas laporan yang disampaikan oleh istri saya sendiri yaitu Wardatina Mawa,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Insanul mengaku menyampaikan permohonan tersebut dengan penuh kesungguhan kepada aparat penegak hukum. Surat itu dialamatkan kepada sejumlah pejabat kepolisian, mulai dari tingkat pusat hingga penyidik yang menangani perkara. “Saya sampaikan bahwasanya saya memohon dengan kesungguhan hati kepada Bapak Kapolri, terusannya ya, kepada Bapak Kabareskrim, kepada Bapak Kapolda, kepada Ibu Kombes Rita di Dirt PPA yang saya hormati dan Bapak penyidik yang di bawahnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dasar utama pengajuan permohonan tersebut adalah keinginannya untuk mempertahankan rumah tangga. Menurut Insanul, sebagai seorang suami, ia merasa masih memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan keluarga. “Karena mau bagaimanapun di sini saya sebagai suami berusaha dan berupaya untuk mempertahankan rumah tangga saya,” jelasnya.
Insanul juga menyebut pertemuannya dengan sang anak yang memberikan dorongan emosional. Ia mengaku berupaya menyampaikan perasaan dan harapan anaknya sebagai bahan pertimbangan. “Karena ada anak kemarin kan sudah ketemu, anak juga berusaha, saya mencoba untuk menyampaikan keinginan dan isi hati anak untuk bagaimana caranya saya bisa berjuang dan memperjuangkan gitu kan untuk keutuhan rumah tangga,” ucapnya.
Sebagai ayah dari satu orang anak, Insanul berharap permohonannya dapat dipertimbangkan secara bijaksana oleh pihak berwenang. Harapan itu ia sampaikan sebagai bagian dari usaha mencari solusi damai. “Jadi saya berharap Bapak dan Ibu mendengar permohonan saya dan membaca surat yang sudah saya kirimkan agar saya bisa bagaimana caranya bisa mengupayakan perdamaian dan bisa menjalin rumah tangga yang utuh kembali,” pungkasnya.





