Insiden Maut di TPA Solo, Teman Korban Serukan: Matikan Mesin

Aa1xlwfo 3
Aa1xlwfo 3

Kecelakaan Mengerikan di TPA Putri Cempo

Pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, suasana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, tiba-tiba berubah menjadi kacau dan penuh panik. Seorang pria terjatuh ke dalam mesin penggiling sampah, yang mengakibatkan kecelakaan mengerikan.

Korban yang terjatuh adalah Edy Saputro, seorang pemuda berusia 22 tahun yang berasal dari Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar. Kejadian ini terjadi saat korban sedang bekerja di lokasi tersebut. Rekan korban langsung berteriak meminta mesin segera dimatikan, karena situasi sangat mendesak.

Eko Surani, seorang pemulung yang berada di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa teriakan minta tolong terdengar sangat keras. Ia menjelaskan bahwa sekitar jam 10-an, teriakan itu membuat semua orang di sekitar merasa khawatir. Mesin kemudian segera dimatikan setelah mendengar teriakan tersebut.

Nyawa Tak Bisa Diselamatkan

Setelah mesin dimatikan, petugas darurat segera tiba di lokasi kejadian. Ambulans dan petugas damkar datang dalam waktu singkat, sekitar 10 menit setelah kejadian. Namun, nyawa Edy Saputro sudah tidak tertolong.

Eko mengatakan bahwa dirinya tidak melihat langsung kondisi korban setelah terjatuh. Informasi yang ia dapatkan dari beberapa orang di sekitar menyebutkan bahwa posisi kepala korban berada di bawah mesin. Ia mengaku tidak berani melihat langsung kondisi tersebut.

Saat korban dibawa ke ambulans, masih ada sedikit gerakan yang terlihat. Namun, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Menurut Eko, korban meninggal tepat saat akan dibawa ke rumah sakit.

  • Teriakan bising banget, ujar Eko. Langsung dimatiin.*

Kesimpulan

Kecelakaan yang terjadi di TPA Putri Cempo menjadi peringatan penting tentang keselamatan kerja di tempat-tempat seperti ini. Pemulung dan pekerja di lokasi pembuangan akhir sering kali bekerja dalam kondisi yang sangat berisiko. Diperlukan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat untuk memastikan keselamatan para pekerja.

Selain itu, diperlukan peningkatan kesadaran akan bahaya yang tersembunyi di balik aktivitas sehari-hari. Dengan adanya pelatihan dan alat pelindung yang memadai, risiko kecelakaan semacam ini bisa diminimalkan.

Kasus ini juga mengingatkan kita akan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat. Setiap detik sangat berharga, dan tindakan yang tepat bisa menyelamatkan nyawa.

Pos terkait