.CO.ID – JAKARTA.
Ketidakpastian global diperkirakan akan memberikan dampak terhadap kinerja industri modal ventura di tahun 2026. Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menyampaikan bahwa gejolak ekonomi dan geopolitik dapat memengaruhi pergerakan investasi.
Menurutnya, ketidakpastian tersebut bisa memicu tekanan melalui volatilitas pasar keuangan, peningkatan biaya modal, serta pelemahan likuiditas global. Selain itu, konflik di kawasan Timur Tengah yang memanas juga berpotensi meningkatkan harga energi dan inflasi. Hal ini dapat mengakibatkan kenaikan suku bunga, yang pada akhirnya memengaruhi dinamika investasi.
Dari sisi investor, kondisi ini membuat pendekatan investasi menjadi lebih konservatif. Proses penggalangan dana (fundraising) dan aksi keluar (exit) cenderung melambat karena para pemodal lebih memilih strategi yang lebih hati-hati.
Bergerak Moderat, Lebih Selektif
Meski demikian, Heru menilai dampak ketidakpastian global tidak langsung terasa karena karakter industri modal ventura yang berorientasi jangka panjang. Pada awal 2026, industri ini diperkirakan akan bergerak lebih moderat dibandingkan dengan ekspansi agresif sebelumnya.
Fokus investor kini lebih tertuju pada kualitas portofolio dan fundamental bisnis. Investor disebut semakin selektif, terutama terhadap startup yang memiliki jalur profitabilitas yang jelas. Tren pendanaan pun dinilai lebih rasional dibandingkan periode 2021–2022 yang diwarnai euforia investasi.
Sektor Potensial dan Strategi Bertahan
Heru melihat peluang masih terbuka, khususnya pada sektor teknologi finansial berbasis inklusi, kesehatan digital, agritech, energi terbarukan, serta solusi kecerdasan buatan (AI) untuk produktivitas. Selain itu, sektor yang terkait dengan kebutuhan dasar dan efisiensi dinilai lebih tahan terhadap gejolak global.
Situasi geopolitik juga mendorong minat pada sektor ketahanan pangan, logistik, dan teknologi. Untuk bertahan dalam situasi seperti ini, pelaku industri diimbau memperkuat disiplin investasi dengan menitikberatkan pada fundamental bisnis, arus kas, dan efisiensi operasional.
Diversifikasi sektor dan sumber pendanaan menjadi kunci agar tidak bergantung pada investor global tertentu. Langkah lain yang bisa dilakukan antara lain memperpanjang runway, menjalin kolaborasi dengan investor strategis, serta mempertimbangkan opsi exit alternatif seperti secondary sale dan merger guna menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.
Strategi Investasi yang Tahan Banting
Dalam situasi ketidakpastian, penting bagi para pemodal untuk tetap fokus pada strategi investasi yang berkelanjutan. Dengan memperkuat fondasi bisnis dan memilih startup yang memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, investor dapat meminimalkan risiko dan menjaga kinerja portofolio mereka.
Selain itu, membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak, termasuk investor strategis dan mitra bisnis, dapat membantu memperluas peluang dan memperkuat posisi pasar. Dengan langkah-langkah ini, industri modal ventura diharapkan tetap mampu beradaptasi dan berkembang meskipun menghadapi tantangan global.





