Pada tahun 2026, PT Pegadaian menargetkan kinerja yang luar biasa. Perusahaan perluasan emas ini memiliki rencana ambisius untuk mencapai laba bersih lebih dari Rp 9 triliun. Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyatakan bahwa pihaknya akan menerapkan strategi yang terencana untuk mencapai target tersebut.
Salah satu fokus utama Pegadaian adalah mengoptimalkan layanan gadai emas. Layanan ini tetap menjadi kontributor utama bagi perusahaan. Dengan target portofolio lebih dari 90%, Pegadaian berupaya meningkatkan jumlah nasabah aktif serta memperkuat transaksi berbasis ekosistem emas.
Selain itu, Ferdian menjelaskan bahwa pihaknya akan mempercepat digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Tujuannya adalah untuk meningkatkan volume dan efisiensi operasional perusahaan. Penguatan ekosistem emas juga menjadi prioritas, termasuk sinergi dengan BRI Group.
Manajemen risiko yang adaptif terhadap volatilitas harga emas juga menjadi salah satu langkah penting. Selain itu, Pegadaian berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia guna memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Ferdian tetap optimistis bahwa kinerja Pegadaian akan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan pada tahun ini. Hal ini didukung oleh penguatan fundamental bisnis dan strategi yang telah dipersiapkan.
Sebagai informasi, kinerja PT Pegadaian pada tahun 2025 mencatatkan hasil positif. Outstanding gadai dan laba mengalami peningkatan signifikan, didukung oleh tren kenaikan harga emas yang signifikan selama tahun tersebut.
Pegadaian membukukan pertumbuhan perolehan laba sebesar 42,6% secara Year on Year (YoY), menjadi sebesar Rp 8,34 triliun per akhir 2025. Ini menunjukkan bahwa strategi yang diambil selama beberapa tahun terakhir mulai memberikan hasil nyata.
Berikut beberapa strategi utama yang diterapkan oleh Pegadaian:
- Mengoptimalkan layanan gadai emas: Fokus pada layanan utama yang telah terbukti memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan.
- Meningkatkan jumlah nasabah aktif: Membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan melalui inovasi dan pelayanan yang lebih baik.
- Menguatkan transaksi berbasis ekosistem emas: Mengintegrasikan layanan dan produk yang saling mendukung dalam ekosistem emas.
- Mempercepat digitalisasi berbasis AI: Menerapkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan.
- Sinergi dengan BRI Group: Memaksimalkan potensi kolaborasi antara Pegadaian dan entitas lain di bawah BRI Group.
- Manajemen risiko yang adaptif: Memantau dan mengelola risiko terkait volatilitas harga emas.
- Meningkatkan kapabilitas SDM: Memastikan bahwa tenaga kerja memiliki kemampuan yang cukup untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.
Dengan strategi-strategi ini, Pegadaian berharap dapat mencapai target laba bersih sebesar Rp 9 triliun pada tahun 2026. Tahun ini menjadi momen penting bagi perusahaan dalam menunjukkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan pasar dan memperkuat posisi mereka sebagai pemain utama di industri jasa keuangan.





