Capaian Investasi Asing yang Menjanjikan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan penting terkait capaian investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) pada tahun lalu, yaitu sebesar US$53 miliar atau setara dengan Rp897 triliun. Angka ini menjadi bukti kuat bahwa kepercayaan global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia semakin meningkat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato yang disampaikannya pada Business Summit US–Asean di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., Amerika Serikat, pada Kamis (19/2/2026). Prabowo menekankan bahwa stabilitas nasional, supremasi hukum, dan tata kelola pemerintahan yang baik merupakan faktor utama yang mendorong arus investasi ke Indonesia.
“Kami mencapai US$53 miliar tahun lalu, dan saya rasa ini mencerminkan kepercayaan nyata terhadap ekonomi kami, potensinya, stabilitas politik kami, serta arah kebijakan kami,” ujarnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Pemerintah menjaga disiplin fiskal, inflasi tetap terkendali dan termasuk yang terendah, serta pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen. Ia optimistis tren tersebut akan terus berlanjut dan bahkan meningkat pada tahun ini seiring upaya pemerintah menggerakkan ekonomi dari tingkat akar rumput.
“Indikator nyata sudah mulai terlihat; kami menggerakkan ekonomi dari tingkat akar rumput,” katanya.
Fokus pada Pertumbuhan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Dalam paparannya, Prabowo menjelaskan strategi ekonomi Indonesia yang diarahkan pada kemampuan mempertahankan pertumbuhan sekaligus mengelola sumber daya alam secara sehat dan berkelanjutan. Namun, dia juga secara terbuka mengakui masih adanya kelemahan dalam tata kelola, termasuk praktik korupsi dan kinerja institusional yang belum optimal.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga menyoroti berbagai kegiatan ekonomi ilegal seperti pertambangan ilegal, penangkapan ikan ilegal, serta pengelolaan perkebunan di kawasan hutan lindung oleh korporasi. Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan praktik ilegal tersebut terus merugikan negara.
“Saya tidak ingin menyerahkan kedaulatan pemerintah Indonesia kepada kartel-kartel ilegal yang terus menyebabkan hilangnya pendapatan negara yang seharusnya menjadi hak pemerintah dan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa kerugian akibat tata kelola yang lemah dan salah urus ekonomi sangat besar, sehingga pemerintah berkomitmen menghadapi persoalan tersebut secara langsung.
Arah Kebijakan Ekonomi yang Jelas
Pidato tersebut menegaskan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo yang berfokus pada stabilitas, reformasi tata kelola, dan penguatan kepercayaan investor sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Saya tidak ingin menyerahkan kedaulatan pemerintah Indonesia kepada kartel-kartel ilegal yang terus menyebabkan hilangnya pendapatan negara yang seharusnya menjadi hak pemerintah dan rakyat Indonesia,” pungkas Prabowo.
Tantangan dan Komitmen Pemerintah
Meskipun ada tantangan yang masih dihadapi, pemerintah tetap menunjukkan komitmen untuk memperbaiki tata kelola dan memastikan bahwa semua aktivitas ekonomi dilakukan secara legal dan bertanggung jawab. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa keuntungan ekonomi dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan, sehingga dapat menarik lebih banyak investasi asing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan
Capaian investasi asing yang signifikan menjadi indikasi positif bagi masa depan ekonomi Indonesia. Dengan fokus pada stabilitas, reformasi, dan transparansi, pemerintah berupaya menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Meski masih ada tantangan, komitmen pemerintah untuk memperbaiki tata kelola dan melawan praktik ilegal memberikan harapan baru bagi masa depan ekonomi Indonesia.





