JAKARTA – Pilihan investasi Surat Berharga Negara (SBN) bagi investor ritel kini semakin beragam. Tidak hanya terbatas pada SBN ritel di pasar perdana seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) maupun Sukuk Ritel (SR), investor individu kini juga mulai aktif membeli Surat Utang Negara (SUN) seri fixed rate (FR) di pasar sekunder, yang sebelumnya identik dengan investor institusi.
Diketahui bahwa sekitar 40% investor individu kini telah membeli SUN FR. Hal ini didorong oleh kemudahan akses pembelian secara ritel melalui berbagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan nominal mulai dari Rp 1 juta.
Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Putri Nur Astiwi, menjelaskan perbedaan karakteristik antara membeli SUN FR di pasar sekunder dan membeli ORI di pasar perdana.
“Membeli SUN FR di pasar sekunder memberikan fleksibilitas lebih besar karena investor bisa memilih seri, tenor, dan level yield yang tersedia saat itu (di platform APERD). Selain itu, ada kemungkinan mendapatkan yield yang lebih tinggi dibanding kupon ORI, tergantung kondisi pasar,” ujar Putri.
Namun, ia mengingatkan bahwa transaksi di pasar sekunder membutuhkan pemahaman lebih dari investor, terutama terkait harga obligasi yang bisa berada di level premium atau diskon, likuiditas, serta spread bid-offer.
Di sisi lain, ORI yang ditawarkan di pasar perdana dinilai lebih sederhana dan ramah bagi investor ritel pemula. ORI dibeli di harga par atau 100, dengan kupon tetap yang sudah ditetapkan sejak awal, serta proses pembelian yang relatif mudah melalui mitra distribusi digital.
“Bukan semata soal kupon (atau yield) lebih tinggi, tetapi juga soal kemudahan, transparansi harga, dan kenyamanan kebutuhan refinance investor ritel,” jelasnya.
Dengan semakin banyaknya pilihan instrumen SBN, Putri menekankan pentingnya strategi yang disesuaikan dengan tujuan investasi masing-masing investor.
Untuk investor yang mengutamakan stabilitas dan pendapatan tetap, SBN ritel seperti ORI atau seri lainnya dinilai cocok sebagai instrumen inti dalam portofolio.
Sementara itu, bagi investor yang lebih aktif dan memahami dinamika pergerakan harga obligasi, SUN FR di pasar sekunder dapat dimanfaatkan untuk mengejar potensi capital gain, terutama saat terjadi penurunan yield.
Pendekatan yang ideal adalah diversifikasi tenor agar tidak terpapar risiko timing atau tenor tunggal, dan tetap menjaga fleksibilitas likuiditas.
Jenis-Jenis Investasi SBN yang Tersedia
- Obligasi Negara Ritel (ORI)
- Dibeli di pasar perdana
- Harga par (100)
- Kupon tetap yang sudah ditetapkan sejak awal
-
Proses pembelian mudah melalui mitra digital
-
Sukuk Ritel (SR)
- Mirip dengan ORI, tetapi berbasis syariah
- Dibeli di pasar perdana
-
Menawarkan imbal hasil yang sesuai prinsip syariah
-
Surat Utang Negara (SUN) Seri Fixed Rate (FR)
- Dibeli di pasar sekunder
- Fleksibel dalam memilih seri, tenor, dan yield
- Potensi yield lebih tinggi dibanding ORI, tergantung kondisi pasar
Keuntungan dan Risiko Investasi SBN
- Keuntungan
- Stabilitas nilai investasi
- Pendapatan tetap dari kupon
-
Kemudahan akses melalui APERD
-
Risiko
- Fluktuasi harga obligasi di pasar sekunder
- Perlu pemahaman tentang likuiditas dan spread bid-offer
- Potensi kerugian jika membeli di harga premium
Strategi Investasi yang Disarankan
- Diversifikasi Tenor
- Mencegah risiko timing
-
Memperkuat portofolio dengan variasi jatuh tempo
-
Pemahaman Pasar
- Investor aktif harus memantau dinamika harga obligasi
-
Menggunakan informasi pasar untuk memaksimalkan capital gain
-
Keseimbangan Antara Stabilitas dan Profitabilitas
- Investor yang lebih hati-hati dapat memilih ORI
- Investor yang lebih agresif dapat mempertimbangkan SUN FR di pasar sekunder
Dengan pertumbuhan pilihan instrumen SBN, investor ritel kini memiliki kesempatan lebih luas untuk membangun portofolio yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka.





