Iran bersiap bertempur dalam jangka panjang

Ba841c00 F2d5 11ee Af4f 93e86f53d978
Ba841c00 F2d5 11ee Af4f 93e86f53d978

Iran Siap Berperang dalam Jangka Panjang

Pemerintah Iran telah menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi konflik yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Militer Iran sudah mempersiapkan skenario perang yang bisa bertahan lebih dari 12 hari, seperti yang terjadi saat perang melawan Israel pada Juni 2025 silam.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi. Ia menyatakan bahwa Iran secara prinsip tidak ingin berperang. Namun jika negaranya diserang oleh pihak lain, maka Iran akan segera memberikan balasan.

“Kami sudah ingatkan kepada mereka bahwa kami tidak ingin berperang dikarenakan kami tidak mengharapkan juga sebuah peperangan, tetapi pada saat bersamaan kami sudah siap siaga,” ujar Boroujerdi dalam jumpa pers di rumah dinasnya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Perlawanan yang akan dilakukan oleh Iran menurut Boroujerdi akan lebih dahsyat terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan negaranya. Ia menekankan bahwa Iran siap untuk mematahkan dan memberikan balasan terhadap berbagai fitnah yang mereka lancarkan terhadap negara Iran.

Korban Jiwa Akibat Serangan Israel dan AS

Terkait dengan korban jiwa yang ditimbulkan oleh serangan Israel dan AS, Boroujerdi mengakui ada ratusan orang tewas. Serangan yang dilancarkan oleh Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) tersebut menyasar tempat-tempat sipil di Iran seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Akibatnya, tidak sedikit korban berasal dari kalangan masyarakat sipil.

“Dalam penyerangan ini sampai dengan hari ini lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban, di mana sebagian besar di antara mereka berasal dari kaum anak-anak dan wanita,” kata Boroujerdi.

“Kurang lebih lebih dari 200 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia dan berbagai golongan masyarakat non-militer sipil yang sedang merayakan dan sedang menjalankan ibadah puasa dalam keadaan puasa dijadikan korban,” tambah dia.

Menurut Boroujerdi, AS dan Israel tidak menghormati bulan suci Ramadhan maupun masyarakat yang sedang berpuasa. Ia menyatakan bahwa AS dan Israel tidak menghargai diplomasi serta negosiasi.

“Sekali lagi terbukti bahwa lagi-lagi pada saat kami sedang berada di meja perundingan, mereka melakukan penyerangan terhadap Iran,” ujar dia.

“Hal ini bisa disaksikan atau disampaikan juga oleh Menlu dari Oman, seorang mediator yang tidak berpihak kepada manapun, yang telah ber-statement bahwa negosiasi telah mencapai titik yang menerangkan,” tambah dia.

Tindakan Agresi Terhadap Iran

Bagi Boroujerdi, tindakan Israel dan Amerika Serikat melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap negara lain. Ia menyebut serangan tersebut sebagai bentuk agresi terang-terangan terhadap Iran.

Merujuk Pasal 51 Piagam PBB, ia menegaskan Iran memiliki hak untuk membela diri dan memberikan respons yang sah atas serangan tersebut. Menurutnya, Iran telah menggunakan hak itu dengan menyerang sejumlah basis militer Amerika Serikat yang disebut menjadi sumber serangan.


Pos terkait