Iran Diserang AS-Israel, Ini Nomor Darurat Penting untuk WNI dari Kemenlu

E4baca80 F9f3 11ee 8d90 E76bee60cb60
E4baca80 F9f3 11ee 8d90 E76bee60cb60

Daftar Hotline untuk Warga Negara Indonesia di Kawasan Timur Tengah

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah merilis daftar nomor darurat yang dapat dihubungi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah. Nomor-nomor ini dirancang sebagai saluran komunikasi utama bagi WNI dalam situasi darurat, terutama ketika terjadi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Salah satu nomor utama yang diberikan adalah Hotline Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, yaitu +62 812-9007-0027. Dengan nomor ini, WNI dapat segera menghubungi pihak Kemlu untuk mendapatkan bantuan atau informasi penting.

Selain itu, WNI juga bisa menghubungi perwakilan Republik Indonesia di berbagai negara di kawasan Timur Tengah. Berikut adalah daftar lengkap nomor telepon perwakilan RI:

  • KBRI Riyadh: +966 569173990
  • KJRI Jeddah: +966 503609667
  • KBRI Abu Dhabi: +971 566156259
  • KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611
  • KBRI Doha: +974 44657945 / 44664981 / 33322875
  • KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760
  • KBRI Manama: +973 38791650
  • KBRI Amman: +962 779150407
  • KBRI Baghdad: +964 7769842020
  • KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889
  • KBRI Beirut: +961 70817310
  • KBRI Damaskus: +963 954444810

Kemlu melalui Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat. Selain itu, WNI diminta untuk menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat.

Imbauan ini juga ditujukan kepada WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat situasi yang sedang berkembang di kawasan Timur Tengah. Kemlu menegaskan bahwa Direktorat PWNI dan Perwakilan RI di kawasan akan terus berkoordinasi dengan WNI di wilayah masing-masing untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi.

Kemlu juga mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka. Mereka diminta untuk menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif.

Pihak Kemlu menyatakan bahwa mereka bersama seluruh Perwakilan RI di kawasan akan terus memantau dan melakukan asesmen terhadap dinamika situasi keamanan, kondisi riil di lapangan, serta langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan.

Sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi. Setelah serangan tersebut, beberapa negara di kawasan Timur Tengah menutup kawasan udara sebagai langkah keamanan. Sementara itu, kantor berita Agence France-Presse melaporkan adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran.

Amerika Serikat disebut turut terlibat dalam serangan tersebut. Informasi ini disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut. Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia di kediamannya, bersama putri, menantu, dan cucunya.

Pos terkait