JAKARTA — Timur Tengah kembali mengalami ketegangan pada hari Sabtu (28/2/2026). Pada waktu setempat, Israel memulai serangan udara terhadap Teheran dan beberapa titik wilayah Iran tanpa adanya provokasi sebelumnya. Beberapa saat kemudian, Washington mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat (AS) terlibat dalam aksi militer yang dilakukan oleh Israel terhadap negara republik Islam tersebut.
Seorang pakar hukum internasional dari Universitas Indonesia (UI), Prof Hikmahanto Juwana, menyatakan bahwa gejolak di kawasan ini dapat berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia. Ia menilai bahwa jika ada negara lain yang ikut serta dalam serangan terhadap Iran, dampaknya akan lebih besar lagi.
Saat ini, menurut Hikmahanto, perekonomian global pasti akan terganggu. Karena itu, Iran telah mengumumkan penutupan Selat Hormuz, yang akan menyebabkan gangguan pasokan minyak dunia sebesar 20 persen.
“Dampaknya adalah pelambatan ekonomi global akibat kenaikan harga minyak. Para pelaku usaha akan merasa tidak pasti dan supply chain akan terganggu. Ini akan berdampak pada perekonomian nasional Indonesia,” ujar Hikmahanto kepada media pada Ahad (1/3/2026).
Ia juga menyarankan pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mencegah eskalasi konflik. Pertama, pemerintah perlu mengutuk serangan Israel yang memicu perang ini. Aksi Israel jelas bertentangan dengan Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB, yang menyatakan bahwa negara harus menahan diri dari penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah negara lain.
“Kedua, Indonesia harus meminta AS untuk menahan diri dalam keterlibatannya dalam serangan Israel,” tambahnya.
Beberapa saat setelah kabar tentang serangan Israel-AS terhadap Iran menyebar, Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat pada Sabtu (28/2/2026). Menurut Hikmahanto, pemerintah RI dapat menyiapkan draf Resolusi Majelis Umum untuk mengutuk tindakan Israel.
Di luar PBB, lanjut dia, pemerintah Indonesia juga dapat memainkan peran penting di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Meskipun badan ini diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump, Indonesia tetap aktif dalam menyampaikan pandangan di dalamnya.
“Indonesia meminta Chairman BoP Donald Trump agar segera mengambil tindakan dan mengadakan rapat darurat BoP guna membahas penghentian serangan,” ujar Hikmahanto.
Khamenei gugur
Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran mengonfirmasi kematian Ayatullah Khamenei pada dini hari hari Sabtu (28/2/2026) saat sedang menjalankan tugas di kantornya. Media pemerintah setempat melaporkan bahwa putri, menantu, serta seorang cucu pemimpin tertinggi Iran turut gugur dalam serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Setelah kematian Khamenei, Iran langsung melakukan pembalasan. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Ahad mengatakan bahwa mereka melakukan serangan gelombang keenam sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terhadap Iran. Laporan tersebut menyebutkan bahwa IRGC telah meluncurkan “serangan rudal dan drone yang ekstensif” terhadap Israel dan pangkalan militer AS di wilayah tersebut.





