Iran Perang, DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga

Aa1uqgju 2
Aa1uqgju 2

Peringatan Terkait Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, mengingatkan pemerintah agar segera mengantisipasi dampak dari penutupan Selat Hormuz yang bisa terjadi akibat konflik antara Iran dengan AS dan Israel. Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan global yang menjadi pintu keluar-masuk utama minyak dan komoditas dari kawasan Teluk. Gangguan di jalur ini tidak hanya memengaruhi perdagangan internasional, tetapi juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan global serta memicu kenaikan biaya logistik dalam waktu dekat.

Dampak pada Biaya Impor dan Ekspor Indonesia

Situasi ini pasti akan berdampak pada pelaku usaha, di mana peningkatan biaya perdagangan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah bisa terjadi. Chusnunia menjelaskan bahwa biaya impor dan ekspor Indonesia berpotensi meningkat, terlebih Indonesia sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Potensi Kenaikan Harga Barang dan Jasa

Lebih lanjut, menurut Chusnunia, penutupan Selat Hormuz berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia secara signifikan. Setiap kenaikan harga minyak 1 dolar AS per barel di atas asumsi pemerintah dapat menambah beban negara sekitar Rp10,3 triliun. Kenaikan harga energi akan meningkatkan biaya transportasi, manufaktur, dan pertanian, yang pada gilirannya akan meningkatkan harga barang dan jasa secara keseluruhan.

Bahlil Menghadap ke Prabowo Soal Penutupan Selat Hormuz

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan kondisi terkini geopolitik di Timur Tengah. Salah satu isu yang dibahas adalah ancaman penutupan Selat Hormuz di Iran yang berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah ke Tanah Air.

Bahlil menegaskan pemerintah perlu melakukan antisipasi cepat, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor minyak sebesar 1 juta barel per hari. Menurutnya, stabilitas pasokan energi nasional menjadi prioritas di tengah ketegangan Timur Tengah.

“Bahkan, mungkin (laporan) menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz di Iran. Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Terkait pergerakan pasar, Bahlil mengakui bahwa harga minyak mentah dunia sudah mulai merangkak naik secara perlahan. Meski demikian, Bahlil memastikan bahwa kondisi subsidi BBM di dalam negeri sejauh ini belum terdampak.

“Sampai dengan hari ini gak ada masalah. Tapi kan harga dunia kan pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang tetap terus memanas di Timur Tengah,” tuturnya.

Pos terkait