Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak global, kembali menjadi pusat perhatian setelah korps Garda Revolusi Iran mengklaim menembak sebuah kapal tanker minyak. Menurut laporan dari pihak berwenang Iran, kapal tanker Athena Nova, yang dikelola oleh sekutu Amerika Serikat, diserang oleh dua kendaraan udara tak berawak (UAV) di wilayah Selat Hormuz. Setelah serangan tersebut, terjadi kebakaran di bagian kapal tersebut.
Selat Hormuz memiliki peran penting dalam ekonomi global karena menjadi jalur transportasi sekitar 25% perdagangan minyak dunia dan ekspor gas alam cair dari negara-negara seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. Sekitar 20 juta barel minyak mentah per hari melewati koridor ini, sehingga menjadikannya salah satu jalur terpenting dalam rantai pasok energi global.
Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dengan AS dan Israel. Beberapa hari sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran, yang menyebabkan kematian beberapa tokoh tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Balasan dari Iran berupa serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta lokasi militer AS di kawasan regional semakin memperburuk situasi.
Seorang pejabat senior dari Korps Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup, dan Iran akan menembaki semua kapal yang mencoba melewati jalur tersebut. Informasi ini dilaporkan oleh media Iran, yang menunjukkan bahwa tindakan Iran bisa berdampak signifikan pada stabilitas pasar minyak global.
Mengapa Selat Hormuz Penting?
Selat Hormuz adalah jalur laut strategis yang menjadi penghubung utama antara Laut Arab dan Teluk Persia. Wilayah ini tidak hanya menjadi jalur utama untuk ekspor minyak tetapi juga menjadi titik penting bagi pergerakan kapal-kapal niaga internasional. Dengan penutupan jalur ini, potensi gangguan terhadap pasokan energi global sangat tinggi, yang bisa berdampak pada kenaikan harga minyak mentah secara tajam.
Serangan pertama terhadap kapal di Selat Hormuz terjadi pada Ahad pagi. Pusat Keamanan Maritim Oman mengumumkan bahwa sebuah kapal tanker bernama Skylight, yang mengibarkan bendera Republik Palau, menjadi sasaran serangan sekitar lima mil laut (9,26 km) utara Pelabuhan Khasab.
Dalam pernyataan yang dibagikan di X, otoritas Oman mengonfirmasi bahwa kapal tersebut memiliki 20 awak, termasuk 15 warga negara India dan 5 warga negara Iran. Semua awak telah dievakuasi, dan informasi awal menunjukkan sedikitnya empat orang terluka. Mereka telah dipindahkan untuk mendapatkan perawatan medis.
Ketegangan di kawasan ini semakin memicu kekhawatiran tentang keamanan maritim dan stabilitas ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran bisa menjadi langkah provokatif yang berpotensi memicu reaksi internasional, terutama dari negara-negara yang bergantung pada aliran minyak melalui jalur ini.





