Rencana Transisi Pemerangkapan Jika Pemimpin Tertinggi Iran Meninggal
Iran disebut telah memiliki rencana transisi apabila Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Peneliti senior di Stimson Center, Barbara Slavin, mengungkapkan kemungkinan adanya dewan pemerintahan yang akan menjalankan tugas negara jika terjadi peristiwa tersebut.
Ayatollah Ali Khamenei yang kini berusia 86 tahun telah memimpin Iran sejak 1989 sebagai otoritas politik dan keagamaan tertinggi negara tersebut. Ia juga menjadi figur sentral dalam strategi militer Iran. Menurut Slavin, kemungkinan besar akan dibentuk sebuah dewan untuk menjalankan pemerintahan.
“Kemungkinan akan ada dewan yang dibentuk untuk mengelola negara. Bahkan bisa jadi dewan itu sudah menjalankan pemerintahan sejauh yang kita ketahui,” ujarnya.
Slavin menambahkan bahwa pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana Presiden AS, Donald Trump mendefinisikan kemenangan. “Jika membunuh Pemimpin Tertinggi sudah dianggap cukup baginya, ia mungkin akan berkata, ‘Saya menang,’ lalu menghentikan ini dalam satu atau dua hari.”
“Itu sangat sesuai dengan karakternya. Ia bisa saja mengklaim telah terjadi perubahan rezim, meskipun pada dasarnya sistem yang sama masih tetap berjalan,” kata Slavin.
Pengumuman Kematian Khamenei oleh Donald Trump
Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan melalui platform Truth Social, bahwa Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat-Israel. “Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh rakyat Amerika yang hebat,” tulis Trump dalam unggahannya.
Trump juga menanggapi laporan, Khamenei tewas dalam serangan udara dengan mengatakan, “Kami merasa itu adalah cerita yang benar.” Ia menambahkan bahwa “sebagian besar” pimpinan senior Iran telah tiada. “Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar dari mereka sudah tidak ada,” ujarnya.
Keyakinan Israel dan AS
Seorang pejabat Israel mengatakan, Israel “99 persen yakin” Ali Khamenei tewas dalam serangan. Senada, pejabat senior Amerika Serikat yang mengetahui persoalan tersebut menyebut, AS meyakini Khamenei telah meninggal berdasarkan komunikasi dari pejabat Israel.
Pejabat senior lain yang mendapat pengarahan terkait operasi militer dan intelijen terkini mengatakan, Khamenei “hampir pasti tewas”. Diberitakan sebelumnya, sejumlah media Israel melaporkan, Ali Khamenei telah tewas dengan mengutip pejabat Israel. Mereka juga melaporkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah diperlihatkan bukti, termasuk foto jenazah Khamenei yang disebut ditemukan dari reruntuhan bangunan.
Saluran berita Israel i24 menyatakan terdapat rekaman yang jelas dan tak terbantahkan yang menunjukkan jenazah Khamenei, dan mungkin akan dipublikasikan di masa mendatang. Kantor berita Reuters dan Axios, dikutip dari The National, turut mengutip pejabat Israel yang mengonfirmasi, berdasarkan laporan intelijen, Khamenei telah tewas.
Bantahan Pejabat Iran
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah kabar kematian Ayatollah Ali Khamenei dan menyatakan, ia masih hidup “sejauh yang saya tahu.” Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Araghchi juga mengatakan dua komandan telah tewas, tetapi pejabat senior rezim lainnya selamat, termasuk kepala lembaga peradilan dan ketua parlemen.
“Semua pejabat tinggi masih hidup. Jadi semua orang saat ini berada di posisinya masing-masing, dan kami menangani situasi ini, semuanya baik-baik saja,” tegasnya. Berbicara langsung dari Teheran, Araghchi juga mengkritik AS dan Israel karena melancarkan serangan di tengah berlangsungnya negosiasi nuklir.
Hal senada juga disampaikan media pro-pemerintah Iran yang membantah rumor kematian Khamenei, tanpa memberikan informasi konkret mengenai kondisi kesehatan atau keberadaannya. Penyiaran negara Iran, IRIB, mengutip sumber yang dekat dengan kantor Khamenei yang menyatakan bahwa ia “memimpin situasi dengan tegas”.
Sementara itu, kantor berita semi-resmi Tasnim dan Mehr menyatakan, pemimpin berusia 87 tahun itu “teguh dan kuat memimpin di lapangan.” Menurut Tasnim, Khamenei tetap aktif mengawasi keputusan militer dan politik di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.





