Iran Tak Ingin Berunding dengan AS, Israel dan Hizbullah Bertikai

132101519 Capture 49
132101519 Capture 49

Pernyataan Keras Iran terhadap Amerika Serikat

Kepala keamanan Iran, Ali Larijani, menyampaikan pernyataan tegas melalui platform X bahwa negaranya tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini menanggapi laporan yang menyebutkan bahwa para pejabat di Teheran sedang mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali pembicaraan dengan Washington.

Ali Larijani, yang merupakan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan pernah menjadi penasihat mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan sikap keras pemerintah Iran terhadap AS. Ia menilai bahwa langkah-langkah diplomatik dengan Washington tidak akan dilakukan dalam situasi saat ini.

Sebelumnya, Iran telah memberikan peringatan tentang kemungkinan balasan besar setelah serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka. Pada hari Sabtu, Teheran merespons dengan serangan yang dilaporkan terjadi di seluruh wilayah Timur Tengah. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa mereka akan menyerang Israel dan pangkalan militer AS dalam operasi serangan besar-besaran.

Donald Trump, mantan presiden AS, memberikan peringatan keras kepada Teheran, dengan menyatakan bahwa jika Iran membalas serangan, AS akan menyerang dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Konflik Berlanjut ke Lebanon

Pertempuran antara Amerika Serikat-Israel dan Iran memasuki hari ketiga, dengan konflik yang semakin meluas ke negara-negara Teluk. Pada hari itu, pertempuran juga menyebar ke Lebanon, di mana Israel dan Hizbullah saling baku tembak.

Ledakan dilaporkan terjadi di Beirut selatan, sementara Israel memerintahkan penduduk di 50 kota dan desa di Lebanon untuk mengungsi menjelang serangan. Pasukan Pertahanan Israel memerintahkan penduduk lebih dari 50 desa di Lebanon untuk mengungsi setelah Hizbullah yang didukung Iran menembakkan roket ke arah Israel.

Komando Pusat AS sebelumnya menyatakan bahwa tiga anggota militer AS telah tewas dalam pertempuran dan lima lainnya cedera parah. Donald Trump memperingatkan bahwa kemungkinan akan ada lebih banyak korban jiwa dari pihak Amerika. Bagi Trump, setiap korban jiwa di AS meningkatkan taruhan politik dalam negeri.

Persiapan Serangan Lebih Lanjut

Israel berjanji akan mengintensifkan serangan terhadap Iran, sementara Trump mengatakan kampanye militer AS bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Sebuah pangkalan RAF Inggris di Siprus menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak yang diduga dilakukan oleh kelompok tertentu, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.

Donald Trump menyatakan bahwa pertempuran terhadap Iran akan terus berlanjut sampai semua tujuannya tercapai. Dalam pidato video, ia mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak korban jiwa dari pihak AS setelah Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa tiga anggota militer AS telah tewas dan lima lainnya luka parah dalam serangan Iran.

Perluasan Serangan dan Dampak Global

Pada dini hari Senin, Israel mulai melancarkan serangan terhadap target yang menurut mereka adalah sasaran Hizbullah di Lebanon, setelah kelompok militan tersebut menembakkan roket ke arah Israel. Para pejabat Iran melaporkan sedikitnya 153 orang tewas setelah serangan terhadap sebuah sekolah perempuan, dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut insiden itu sebagai tindakan barbar.

Rudal Iran telah menghantam kota Beit Shemesh dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, menurut layanan ambulans Israel, Magen David Adom. Ini adalah serangan paling mematikan terhadap Israel sejak perang ini dimulai.

Uni Emirat Arab melaporkan tiga orang tewas sejak Sabtu akibat serangan balasan Iran, sementara ledakan juga dilaporkan terjadi di Bahrain, kota Erbil di Irak, dan Yordania. Harga minyak global melonjak saat pasar dibuka di Asia pada Senin pagi.

Tanggapan Internasional

Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengatakan Inggris akan mengizinkan AS untuk mengambil tindakan defensif dari pangkalan militer Inggris tetapi tidak akan bergabung dalam tindakan ofensif sekarang. Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) telah mengonfirmasi bahwa mereka menanggapi dugaan serangan pesawat tak berawak terhadap sebuah pangkalan di Siprus.




Pos terkait