Irsyadul Awam, Karya Ulama Kharismatik Kiai Hisyam Purbalingga

3 1
3 1

Warisan Budaya dan Pendidikan dari KH Muhammad Hisyam Abdul Karim

Pondok Pesantren Roudlotus Sholichin Sholichat di Kabupaten Purbalingga tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menyimpan berbagai karya tulisan yang bernilai tinggi. Salah satu tokoh penting yang meninggalkan warisan tersebut adalah KH Muhammad Hisyam Abdul Karim. Ia dikenal sebagai ulama yang memiliki pengaruh besar dalam masyarakat sekitar, terutama dalam bidang pendidikan dan keagamaan.

Kitab Irsyadul Awam: Bahan Ajar Santri

Salah satu karya fenomenal KH Muhammad Hisyam Abdul Karim adalah Kitab Irsyadul Awam. Kitab ini mengandung syair dan nadam yang menjelaskan tentang ilmu tauhid atau akidah keimanan. Kitab ini masih digunakan sebagai bahan ajar wajib bagi santri di Ponpes Roudlotus Sholichin Sholichat hingga saat ini. Selain itu, kitab ini sering menjadi objek penelitian akademis oleh mahasiswa perguruan tinggi.

Aris Saputra (21), seorang santri di ponpes tersebut, mengatakan bahwa Kiai Hisyam merupakan sosok teladan dengan kedalaman ilmu agama yang luar biasa. Menurutnya, kitab Irsyadul Awam memberikan pemahaman mendalam tentang tauhid dan keimanan.

Karya-Karya Lain dari KH Muhammad Hisyam Abdul Karim

Selain Kitab Irsyadul Awam, KH Muhammad Hisyam Abdul Karim juga menulis beberapa karya lainnya. Pengasuh Ponpes Roudlotus Sholichin Sholichat, KH Achmad Musta’id Billah, menjelaskan bahwa ayahnya aktif menulis beberapa karya kitab. Diantaranya, satu kitab merupakan karya karangan mandiri, sedangkan lima lainnya merupakan hasil terjemahan. Kitab utama yang ditulisnya adalah Irsyadul Awam.

Kitab Irsyadul Awam mengenai akidah keimanan dengan model syair dan nadam. Saat ini, kitab ini masih diajarkan kepada para santri di pesantren tersebut. Selain itu, pesantren ini juga telah berkembang dari yang awalnya hanya untuk santri laki-laki menjadi tempat pendidikan yang menerima santri perempuan juga.

Majelis Pengajian Rutin untuk Masyarakat Umum

Selain pondok pesantren, KH Muhammad Hisyam Abdul Karim juga meninggalkan peninggalan berupa majelis pengajian rutin untuk masyarakat umum. Setiap hari Sabtu, masyarakat dapat mengikuti pengajian yang bersifat umum. Hal ini menjadi salah satu bentuk amal jariah yang ditinggalkan oleh ulama tersebut.

Kitab Irsyadul Awam dalam Penelitian Akademis

Kedalaman dan keistimewaan dalam Kitab Irsyadul Awam juga menarik perhatian kalangan akademisi. Salah satu contohnya adalah Perbu Alim Tufando, seorang mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Prof KH Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto. Ia mengangkat kitab ini dalam skripsinya dengan judul “Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Syair Irsyadul Awam Bibayani Dinil Islam Karya KH Hisyam Abdul Karim”.




Pos terkait