ISEI Semarang ubah kepemimpinan, komitmen jadi mitra pemerintah

Aa1xjg8m 1
Aa1xjg8m 1

Transisi Kepemimpinan ISEI Cabang Semarang: Fokus pada Kolaborasi dan Keberlanjutan Ekonomi Regional

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang telah resmi melakukan transisi kepemimpinan untuk periode 2026-2029. Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen organisasi untuk meningkatkan kolaborasi lintas sektor, yang bertujuan mendorong keberlanjutan ekonomi regional di Jawa Tengah.

Estafet kepemimpinan diserahkan oleh Suharnomo, Ketua ISEI Semarang periode 2023-2026 sekaligus Rektor dan Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip), kepada Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes). Suci, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua pada periode kepengurusan sebelumnya, kini mengemban tanggung jawab sebagai ketua baru.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Suharnomo menyampaikan berbagai pencapaian selama masa kepemimpinannya. Salah satu yang menonjol adalah keberhasilan Semarang menjadi tuan rumah pleno ISEI se-Indonesia pada 2023. Acara tersebut dinilai sangat sukses berkat dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI). “Tahun 2023 kita menjadi tuan rumah Rapat Pleno ISEI se-Indonesia dan berjalan sangat sukses karena didukung penuh oleh BI. Saya berharap semangat ini tetap dijaga dengan seberapapun jumlah anggota yang ada,” ujar Suharnomo dalam acara Rapat Anggota Cabang ISEI Semarang yang digelar pada Jumat (27/2/2026) sore.

Suci dalam sambutannya menegaskan bahwa ISEI Cabang Semarang akan fokus pada enam pilar utama. Poin-poin tersebut mencakup penguatan peran mitra kebijakan, pengawalan transformasi struktur ekonomi daerah, serta mendorong ketahanan ekonomi perkotaan di wilayah Semarang dan sekitarnya. “Visi kita ke depan adalah terwujudnya ISEI Semarang sebagai strategic policy partner dan pusat kajian ekonomi regional, serta mengawal keberlanjutan ekonomi Jawa Tengah,” ujar Suci, sapaan akrabnya.

Program kerja ISEI Cabang Semarang akan diarahkan pada institusionalisasi forum komunikasi ekonomi regional serta peningkatan partisipasi anggota. Modernisasi tata kelola organisasi juga menjadi agenda penting agar ISEI dapat bergerak lebih lincah dalam merespons dinamika ekonomi global maupun lokal. “ISEI Cabang Semarang harus menjadi ruang intelektual yang tidak hanya berdiskusi, tetapi juga menghadirkan rekomendasi kebijakan yang berbasis riset dan relevan bagi pembangunan ekonomi daerah,” tegas Suci.

Menanggapi transisi ini, Koordinator Wilayah Tengah PP ISEI, Lukman Hakim, mengingatkan bahwa ISEI memiliki sejarah panjang sejak didirikan oleh Soemitro Djojohadikusumo 71 tahun silam. Ia menekankan bahwa organisasi ini harus terus menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah. Lukman juga menyoroti isu aglomerasi yang tengah dicanangkan di Jawa Tengah. Ia menilai gagasan menghidupkan kembali eks-karesidenan merupakan langkah menarik di tengah kebingungan koordinasi wilayah saat ini, yang perlu dikaji lebih dalam oleh para akademisi ISEI.

“ISEI tidak pernah berposisi sebagai oposisi pemerintah. Kita harus membantu pemerintah agar pembangunan semakin baik, terutama dalam mengawal isu-isu strategis seperti aglomerasi dan sektor industri,” pungkas Lukman.



Rapat Anggota Cabang ISEI Semarang yang digelar pada Jumat (27/2/2026) sore di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang/Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.

Pos terkait