Kementerian Luar Negeri Menganjurkan WNI Menunda Perjalanan ke Kawasan Timur Tengah
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke kawasan Timur Tengah. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap situasi yang semakin memburuk akibat serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Imbauan tersebut dikeluarkan guna menjaga keselamatan dan keamanan WNI yang berada di luar negeri. Kemenlu menyarankan agar masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan mereka. Penundaan ini akan berlaku hingga situasi lebih kondusif.
Pernyataan resmi dari Kemenlu menyebutkan bahwa WNI diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan otoritas setempat. Selain itu, para WNI juga diminta untuk menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat. Imbauan ini berlaku bagi WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat perkembangan situasi di kawasan tersebut.
Kemenlu dan perwakilan RI di kawasan terus memantau situasi keamanan dan menyiapkan langkah penanganan. Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.
Situasi Terkini di Kawasan Timur Tengah
Sebelumnya, Israel menyerang Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Setelah serangan tersebut, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat. Tujuan penutupan wilayah udara adalah untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran menggunakan drone dan rudal.
Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya. Laporan dari Agence France-Presse mencatat adanya dua ledakan yang terdengar di Teheran. Sementara itu, Associated Press melaporkan bahwa serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut. Informasi ini disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut. Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Kini, Kantor Berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan. Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional.
Langkah yang Diambil Oleh Kemenlu
Kemenlu dan perwakilan RI di kawasan terus memantau situasi keamanan dan menyiapkan langkah penanganan. Mereka juga memberikan informasi terkini kepada WNI yang berada di kawasan tersebut. Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.
Selain itu, Kemenlu juga memberikan panduan tentang bagaimana WNI dapat menjaga diri selama situasi yang tidak pasti. Hal ini termasuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.
Dengan situasi yang terus berkembang, Kemenlu menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan informasi dan bantuan kepada WNI yang berada di kawasan Timur Tengah. Imbauan untuk menunda perjalanan tetap berlaku hingga situasi lebih stabil dan aman.





