Israel Serang Pusat Teheran, Trump Ingatkan Iran Jangan Balas Kematian Khamenei

96166412  96164592 039636124 1 1.jpg 1
96166412 96164592 039636124 1 1.jpg 1

Serangan Besar-Besaran Israel ke Teheran

Angkatan Pertahanan Israel mengumumkan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa mereka kini menyerang target Iran di jantung Kota Teheran, Minggu (1/3/2026). Dalam pernyataannya, Angkatan Udara Israel menyebut bahwa serangan tersebut dilakukan dengan bantuan intelijen militer dan bertujuan untuk membangun superioritas udara serta membuka jalan menuju Teheran.

“Angkatan Udara, yang dipandu oleh intelijen militer, kini telah melancarkan gelombang serangan besar-besaran terhadap target rezim Iran di jantung Teheran,” demikian bunyi pernyataan tersebut di X pada pukul 15.16 WIB.

Pada saat yang sama, kantor berita IRNA melaporkan suara ledakan dahsyat akibat serangan rudal dan udara di Teheran, di daerah sekitar persimpangan Seyyed Khandan dan Qasr, serta Lapangan Vanak dan Jalan Motahari. Selain itu, Iran International melaporkan bahwa Bandara Mashhad di barat laut Iran juga diserang.

Sementara itu, sebuah ledakan membuat kepulan asap tinggi ke udara di dekat Bushehr di selatan Iran, menurut video yang dikirim ke Iran International. Situs pertahanan udara di pangkalan Korps Garda Revolusi Islam “Imam Sadegh” dilaporkan menjadi sasaran.

Meskipun Israel menyatakan bahwa mereka hanya menargetkan aset militer di Iran, terdapat laporan mengenai tingginya jumlah korban sipil. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ratusan warga sipil telah tewas atau terluka dalam serangan AS-Israel.

Peringatan Trump kepada Iran

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran untuk tidak melakukan pembalasan setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (86), tewas dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari masa berkabung. Ali Khamenei tewas setelah serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sebagai bagian dari kampanye militer besar yang bertujuan menggulingkan rezim Islam. Militer Israel menyatakan bahwa sejumlah pejabat keamanan tinggi Iran termasuk di antara korban tewas, di antaranya Menteri Pertahanan Iran, komandan Korps Garda Revolusi, serta Sekretaris Dewan Keamanan Iran yang merupakan penasihat dekat Khamenei.

Trump memposting di Truth Social bahwa Israel, dengan dukungan AS, telah membunuh Khamenei. “Dia tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan canggih kami dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang bisa dia, atau para pemimpin lain yang terbunuh bersamanya, lakukan,” kata Trump.

Beberapa jam kemudian, Trump kembali memperingatkan Iran agar tidak melakukan pembalasan lebih lanjut. “LEBIH BAIK MEREKA TIDAK MELAKUKAN ITU, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!”

Kronologi Serangan AS-Israel terhadap Iran

Mengutip NPR, gelombang awal serangan udara AS dan Israel dimulai setelah matahari terbit di Iran pada Sabtu (28/2/2026), dengan ledakan besar menggema di ibu kota Teheran. Video awal menunjukkan kepulan asap tebal membumbung tinggi.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan nasionalnya. Dalam sebuah pernyataan, disebutkan bahwa serangan udara tersebut menghantam target militer dan sipil. Kelompok bantuan Palang Merah Iran mengatakan lebih dari 200 orang tewas dalam serangan di seluruh wilayah Iran.

Media pemerintah Iran menyebut, salah satu serangan udara menghantam sebuah sekolah dasar putri di Iran selatan, menewaskan sedikitnya 85 anak, menurut kantor kejaksaan setempat. Para jaksa menyatakan, masih banyak anak perempuan yang terkubur di bawah reruntuhan.

Sabtu merupakan awal pekan sekolah dan kerja di Iran. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan pesawat tak berawak, memperluas konflik ke wilayah yang lebih luas. Sirene serangan udara meraung di Israel ketika sejumlah rudal menargetkan Tel Aviv dan Yerusalem pada Minggu pagi.

Menurut layanan penyelamatan Israel, 24 jam pertama konflik terbaru ini menyebabkan satu orang tewas dan 121 orang terluka. Beberapa negara Teluk juga melaporkan serangan Iran, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

Pemerintah Yordania, yang juga menjadi tuan rumah pangkalan militer utama AS, melaporkan telah menembak jatuh 49 pesawat tak berawak dan rudal balistik yang mengancam wilayahnya. Di Dubai, asap terlihat mengepul dari bandara internasional tersibuk di dunia dan pelabuhan utamanya, sementara puing-puing akibat tabrakan sistem pertahanan udara dengan drone Iran menyebabkan sejumlah orang terluka di daerah permukiman.




Pos terkait