Israel vs Iran: Siapa yang Lebih Kuat Militernya?

115987906 Womanportraitgettyimages 483367479 5
115987906 Womanportraitgettyimages 483367479 5

Perang Israel vs Iran pada Juni 2025: Ujian Kekuatan Militer

Perang antara Israel dan Iran pada bulan Juni 2025 menjadi ujian besar pertama bagi kedua negara dalam konfrontasi militer langsung. Peristiwa ini menunjukkan kemampuan Israel untuk mengatasi sistem pertahanan udara Iran dan menyabotase aset militer Iran dengan efisien. Aliansi kuat Israel dengan Amerika Serikat juga berperan penting dalam mencapai tujuan mereka secara cepat dalam konflik singkat tersebut.

Meskipun Encyclopaedia Britannica mencatat bahwa baik Iran maupun Israel memiliki kekuatan militer yang tangguh, belum dapat dipastikan bagaimana situasi akan berjalan jika konflik berkepanjangan terjadi. Dalam beberapa konfrontasi sejak 2024, sistem pertahanan udara Israel seperti Arrow, David’s Sling, dan Iron Dome, bersama bantuan dari AS dan sekutu lainnya, berhasil menangkis sebagian besar rudal yang datang dari Iran.

Kekuatan Militer Iran dan Israel

Iran memiliki keunggulan dalam hal luas wilayah, yang hampir 74 kali lebih besar dari Israel. Selain itu, jumlah pasukan aktif Iran mencapai sekitar 600.000 personel, ditambah 350.000 pasukan cadangan. Sementara itu, Israel hanya memiliki sekitar 170.000 pasukan aktif dan 450.000 pasukan cadangan. Di sisi lain, Iran juga unggul dalam jumlah tank, artileri, dan angkatan laut. Mereka telah mengembangkan jaringan luas kelompok militan sekutu serta angkatan bersenjata yang dikendalikan negara, dikenal sebagai Poros Perlawanan yang didukung oleh Pasukan Quds rahasia.

Namun, Israel memiliki keunggulan dalam teknologi dan angkatan udara, serta salah satu dinas intelijen paling canggih di dunia. Meski demikian, ukuran relatif dan jangkauan regional Iran mungkin membantunya bertahan dalam perang yang lebih panjang.

Tidak Ada Negosiasi dengan AS

Sebelumnya, kepala keamanan Iran, Ali Larijani, mengatakan di X bahwa negaranya tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini merespons laporan bahwa pejabat Teheran berencana menghidupkan kembali pembicaraan dengan Washington. Larijani, yang merupakan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, pernah menjadi penasihat mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya, Iran telah memperingatkan akan pembalasan besar setelah serangan oleh AS dan Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Pada hari Sabtu, Teheran membalas dengan serangan yang dilaporkan terjadi di seluruh Timur Tengah, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa mereka akan menyerang Israel dan pangkalan militer AS dalam operasi serangan dahsyat.

Perluasan Konflik ke Lebanon

Pada hari ketiga, pertempuran melebar ke Lebanon, dengan Israel dan Hizbullah saling baku tembak. Ledakan dilaporkan terjadi di Beirut selatan, sementara Israel memerintahkan penduduk di 50 kota dan desa di Lebanon untuk mengungsi menjelang serangan.

Fakta-Fakta Terbaru

Donald Trump mengatakan pertempuran terhadap Iran akan terus berlanjut sampai semua tujuannya tercapai, dalam sebuah pidato video. Dia mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak korban jiwa dari pihak AS setelah Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa tiga anggota militer AS telah tewas dan lima lainnya luka parah dalam serangan Iran.

Pada dini hari Senin, Israel mulai melancarkan serangan terhadap target yang menurut mereka adalah sasaran Hizbullah di Lebanon, setelah kelompok militan tersebut menembakkan roket ke arah Israel. Para pejabat Iran melaporkan sedikitnya 153 orang tewas setelah serangan terhadap sebuah sekolah perempuan, dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut insiden itu sebagai tindakan barbar.

Rudal Iran telah menghantam kota Beit Shemesh dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, menurut layanan ambulans Israel, Magen David Adom. Ini adalah serangan paling mematikan terhadap Israel sejak perang ini dimulai.

Dampak Global

Uni Emirat Arab melaporkan tiga orang tewas sejak Sabtu akibat serangan balasan Iran, sementara ledakan juga dilaporkan terjadi di Bahrain, kota Erbil di Irak, dan Yordania. Harga minyak global melonjak saat pasar dibuka di Asia pada Senin pagi.

Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengatakan Inggris akan mengizinkan AS untuk mengambil tindakan defensif dari pangkalan militer Inggris tetapi tidak akan bergabung dalam tindakan ofensif sekarang. Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) telah mengonfirmasi bahwa mereka menanggapi dugaan serangan pesawat tak berawak terhadap sebuah pangkalan di Siprus.


Pos terkait