Istana: Putra Terbaik Bangsa Indonesia, Try Sutrisno

Aa1xknrk 3
Aa1xknrk 3

Ucapan Duka dari Istana Kepresidenan atas Meninggalnya Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno

Mantan Wakil Presiden Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada 2 Maret 2026. Istana Kepresidenan menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas kepergian tokoh yang dianggap sebagai putra terbaik bangsa. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan bahwa almarhum telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.

“Beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah mengabdikan diri mendarmabaktikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara,” ujar Prasetyo melalui pesan suara pada Senin, 2 Maret 2026. Ia meminta masyarakat untuk mendoakan almarhum agar diampuni segala dosa dan kesalahan serta diterima segala amal perbuatan.

Prasetyo juga mengajak masyarakat untuk berdoa agar almarhum diterima oleh Allah Swt. “Karena beliau dipanggil menghadap Allah Swt. di bulan yang suci, bulan Ramadan,” tambahnya. Politikus Partai Gerindra ini menilai bahwa Try Sutrisno merupakan teladan yang bisa dicontoh oleh generasi muda penerus bangsa.

“Marilah kita generasi muda, generasi penerus untuk meneladani apa yang sudah beliau contohkan kepada kita di dalam memberikan darma bakti terbaik bagi bangsa negara dan masyarakat Indonesia,” katanya.

Riwayat Kehidupan dan Karier Almarhum

Try Sutrisno meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada 2 Maret 2026 sekitar pukul 06.58 WIB. Jenazah almarhum akan dimandikan di RSPAD dan kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Almarhum pernah menjabat sebagai Wakil Presiden yang mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993-1998. Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Sebelum menjadi pejabat tinggi, Try Sutrisno mengawali karier militernya dengan menjadi taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad).

Pada tahun 1962, ia terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat yang mengantarnya berkenalan dengan Soeharto. Saat itu, Soeharto ditunjuk oleh Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala yang ditempatkan di Sulawesi. Pada 1974, Try terpilih sebagai ajudan Presiden Soeharto, yang membawa kariernya meroket.

Pada Agustus 1985, pangkat Try naik menjadi Letnan Jenderal TNI dan ia diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Tak sampai setahun kemudian, pada Juni 1986, Try Sutrisno dipercaya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Ia menduduki jabatan sebagai Kasad hanya sekitar satu setengah tahun karena pada awal 1988 ia dipromosikan menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia menggantikan Jenderal TNI LB. Moerdani.

Peran dalam Pemerintahan

Setelah menjabat sebagai Panglima ABRI, Try Sutrisno akhirnya didapuk menjadi Wakil Presiden pendamping Soeharto melalui Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1993. Keberhasilannya dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Presiden membuatnya menjadi sosok penting dalam pemerintahan era Soeharto.

Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pos terkait