Istri Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Koma Selama 3 Hari

847bc3b0 7f66 11ef 9c1a Eb1e1eaae85f.jpg 31
847bc3b0 7f66 11ef 9c1a Eb1e1eaae85f.jpg 31

Kehilangan Besar dalam Keluarga Pemimpin Tertinggi Iran

Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri dari Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran. Kejadian ini terjadi pada hari Senin (2/3/2026), setelah ia mengalami koma selama tiga hari sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Serangan tersebut diluncurkan pada Sabtu (28/2/2026) dan menewaskan banyak anggota keluarga besar Khamenei, termasuk putrinya, cucunya, serta menantu perempuan dan laki-lakinya. Kematian Mansoureh Khojasteh menandai berakhirnya sebuah era dalam struktur kekuasaan Iran, karena ia telah bersama suaminya selama lebih dari 60 tahun.

Latar Belakang Mansoureh Khojasteh

Mansoureh Khojasteh lahir di Persia pada tahun 1947 dalam keluarga religius di Mashhad. Ayahnya, Mohammad Esmaeil Khojasteh Bagherzadeh, adalah seorang pengusaha terkenal di daerah tersebut. Ia juga memiliki saudara perempuan, Hassan Khojaste Bagherzadeh, yang pernah menjabat sebagai wakil direktur IRIB.

Ia pertama kali bertemu dengan Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah upacara pribadi pada tahun 1964, dan mereka menikah pada tahun berikutnya. Khutbah pernikahan mereka dibacakan oleh Ayatollah Mohammad Hadi Milani. Pasangan ini memiliki empat putra dan dua putri, yaitu Mostafa, Mojtaba, Masoud, Meysam, Boshra, dan Hoda.

  • Mostafa terlibat dalam studi seminari dan menikahi putri Azizollah Khoshvaght.
  • Mojtaba, yang lebih dikenal di media dan politik, adalah menantu dari Gholam Ali Haddad Adel.
  • Masoud menikahi putri Seyyed Mohsen Kharazi dan memiliki hubungan keluarga dengan Kamal dan Sadegh Kharazi.
  • Meysam menikahi putri Mahmoud Lolachian, salah satu pedagang pasar keagamaan di Teheran.
  • Boshra menikahi putra Mohammad Mohammadi Golpayegani.
  • Hoda menikahi putra Mohammad Bagher Bagheri.

Kematian dalam Serangan AS-Israel

Kematian Mansoureh Khojasteh terjadi dalam serangan udara “Operation Epic Fury” yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut menyasar kantor sekaligus kediaman resmi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Saat serangan terjadi, Mansoureh sedang berada di lokasi dan mengalami luka kritis.

Setelah tiga hari dirawat dalam kondisi koma, ia akhirnya meninggal dunia pada usia 78 tahun. Luka serius yang dialaminya menjadi saksi bisu atas keganasan serangan yang menargetkan lingkaran terdalam kepemimpinan Iran.

Pengakuan Presiden Trump

Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News memberikan detail tentang serangan tersebut. Menurutnya, intelijen AS berhasil melacak pertemuan rahasia tingkat tinggi yang dihadiri oleh 49 pemimpin paling senior Iran bersama Ayatollah Ali Khamenei. Pertemuan ini dilakukan pada Sabtu pagi dalam sebuah sesi sarapan bersama lingkaran dalam Khamenei.

Trump mengklaim bahwa para pemimpin Iran berasumsi bahwa serangan tidak akan terjadi di siang hari. Namun, AS berhasil menargetkan semua peserta, termasuk posisi kedua hingga ke-49.

Daftar Korban Serangan

Beberapa nama besar Iran yang dikonfirmasi tewas dalam serangan tersebut antara lain:

  • Letjen Abdolrahim Mousavi: Kepala Staf Angkatan Bersenjata
  • Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh
  • Mayjen Mohammad Pakpour: Komandan elit IRGC
  • Ali Shamkhani: Penasihat pertahanan senior
  • Keluarga Inti: Termasuk putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-laki Khamenei


Pos terkait