Isuzu Minta Pemerintah Prioritaskan Kendaraan Niaga Lokal

Aa1wwxlw
Aa1wwxlw



JAKARTA – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyerukan kepada pemerintah untuk lebih memprioritaskan produk dalam negeri dalam pengadaan kendaraan niaga. Hal ini dilakukan karena adanya kekhawatiran terhadap kesehatan industri otomotif nasional yang semakin terpuruk akibat impor besar-besaran dari luar negeri.

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara memutuskan untuk mengimpor 105.000 unit pikap asal India dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp24,66 triliun. Keputusan ini diambil di tengah tekanan terhadap industri otomotif nasional sepanjang tahun 2025. Division Head of Business Strategy PT IAMI, Rian Erlangga menyatakan bahwa jika proses pengadaan kendaraan niaga dialihkan kepada produsen otomotif domestik, maka akan berdampak positif pada percepatan kinerja industri otomotif nasional.

“Isuzu berharap setiap kebijakan pengadaan kendaraan dapat terus mendorong penguatan industri otomotif nasional, khususnya bagi perusahaan yang telah berinvestasi, memproduksi, serta menyerap tenaga kerja dan ekosistem di dalam negeri,” ujar Rian.

Perseroan percaya bahwa pemerintah memiliki komitmen untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan program strategis nasional dan keberlanjutan industri manufaktur dalam negeri. Dengan demikian, iklim usaha yang sehat, adil, dan berkelanjutan dapat tercipta.

Jenama otomotif asal Jepang itu juga mengaku sempat ikut berpartisipasi dalam proses tender pengadaan kendaraan niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara guna mendukung program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Namun, akhirnya PT Agrinas Pangan Nusantara memutuskan untuk memborong sebanyak 105.000 unit pikap asal India yang diimpor utuh (completely built up/CBU) dari produsen Tata Motors dan Mahindra.

Secara detail, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio disuplai oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya dipasok oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.

Di sisi lain, pasar truk domestik masih lesu pada tahun lalu. Data Gaikindo mencatat volume distribusi wholesales truk sepanjang 2025 sebesar 56.754 unit, atau turun 15% secara tahunan. Penjualan truk nasional secara ritel alias dari dealer ke konsumen juga ambles 11% menjadi 59.303 unit.

Sekadar informasi, perseroan memiliki lini kendaraan niaga ringan (light commercial vehicle/LCV) jenis pikap, Isuzu Traga, yang telah diproduksi secara lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor ke sejumlah negara. Model tersebut dikembangkan untuk menunjang distribusi barang dalam skala kecil hingga menengah, khususnya bagi pelaku UMKM, layanan logistik perkotaan, serta sektor ritel dan agribisnis.

Pos terkait