Itu Anak Saya, Urusan Saya, Jawab Anwar Satibi saat Ditegur Keluarga tentang Nizam

Aa1woqgt
Aa1woqgt

KPAI Ungkap Perlakuan Kasar Anwar Satibi terhadap Anak Kandung Nizam Syafei

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan terkait perlakuan kasar yang dialami Nizam Syafei (13), anak kandung dari Anwar Satibi. Fakta tersebut diungkap melalui laporan yang diterima oleh KPAI dari keluarga dan tetangga korban.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama DPR RI pada Senin (2/3/2026), komisioner KPAI Diyah Puspitarini menyampaikan bahwa Nizam tidak hanya menderita karena tindakan ibu tirinya, namun juga mendapat perlakuan kasar dari ayah kandungnya sendiri.

“Kami bertemu dengan keluarga dan kami juga bertemu dengan tetangga. Kami mendapatkan informasi bahwa yang melakukan kekerasan tidak hanya ibu tetapi ayah,” ujar Diyah Puspitarini.

Fakta ini diungkap setelah keluarga dan tetangga memberikan informasi bahwa Anwar Satibi sering melakukan kekerasan terhadap Nizam. Dalam rapat tersebut, anggota DPR sempat bertanya tentang sumber informasi.

“Itu (info) dari tetangga?” tanya anggota DPR.

“Dari tetangga dan keluarga besar, ya. Itu sudah terjadi terutama lebih intens empat tahun terakhir,” jawab Diyah.

Selain itu, Diyah juga menjelaskan bahwa Nizam meninggal saat berusia 13 tahun, artinya ia telah menderita sejak usia 9 tahun.

Tindakan Kasar yang Dilakukan Anwar Satibi

Dalam sesi RDPU, Diyah Puspitarini mengungkap jenis kekerasan yang diduga dilakukan oleh Anwar terhadap Nizam. Menurutnya, tindakan tersebut meliputi pemukulan dan penamparan.

“Bentuk kekerasannya disampaikan?” tanya anggota DPR.

“Pemukulan, dipukul ditampar,” imbuh Diyah.

Selain itu, Diyah juga menyebut bahwa ibu tiri Nizam juga pernah melakukan kekerasan terhadap korban. Namun, ketika keluarga besar mencoba mengingatkan, jawaban yang diberikan oleh orang tua sangat mengejutkan.

“Alasannya sama bahwa ‘itu anak saya, jadi itu urusan saya’. Setelah itu keluarga besar dan tetangga tidak ada yang berani mengingatkan kembali,” tambahnya.

Ketidakterlibatan Ayah dalam Proses Pemakaman

Tidak hanya itu, Diyah juga menemukan fakta lain yang sangat mengejutkan. Ia menyebut bahwa Anwar Satibi tidak pernah berkunjung ke makam Nizam sejak almarhum dikuburkan pada 18 Februari 2026.

“Sampai tanggal 25 Februari ketika kami ke makam ananda, ayah kandung belum pernah ke makam sama sekali,” ujarnya.

Menurut Diyah, Nizam sakit selama lima hari sebelum meninggal. Namun, ia tidak diperiksa ke dokter. Selain itu, perlakuan yang dialaminya hampir sama seperti yang terlihat dalam video yang sempat viral.

Dugaan Filisida dalam Kasus Ini

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Diyah Puspitarini menduga bahwa kematian Nizam termasuk dalam kategori filisida. Filisida merupakan tindakan sengaja yang dilakukan oleh orangtua untuk menghabisi nyawa anak mereka sendiri.

“Bapak Dewan yang terhormat, kami sampaikan bahwa ini termasuk filisida, Pak. Jadi, pembunuhan anak yang dilakukan oleh orangtua, baik orangtua kandung atau orangtua tiri,” pungkas Diyah.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang tanggung jawab orang tua dan perlindungan anak. Dengan adanya dugaan filisida, KPAI berharap dapat memperkuat langkah-langkah pencegahan dan perlindungan terhadap anak-anak di tengah masyarakat.

Pos terkait