Jadwal Buka Puasa di Wilayah Bandung Raya pada 12 Ramadhan 1447 H
Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dalam ajaran Islam. Selama bulan ini, umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan puasa setiap hari dari fajar terbit hingga matahari terbenam. Dalam menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga harus menjauhi lapar dan dahaga serta segala hal yang dapat membatalkan puasa atau mengurangi nilai pahala.
Pada hari ini, yaitu 12 Ramadhan 1447 H atau Senin, 2 Maret 2026, berikut ini adalah jadwal buka puasa di wilayah Bandung Raya:
Kota Bandung
- Imsak: 04:29
- Subuh: 04:39
- Zhuhr: 12:05
- ‘Ashr: 15:06
- Maghrib: 18:16
- ‘Isya’: 19:21
Kabupaten Bandung
- Imsak: 04:29
- Subuh: 04:39
- Zhuhr: 12:06
- ‘Ashr: 15:07
- Maghrib: 18:16
- ‘Isya’: 19:21
Kabupaten Bandung Barat
- Imsak: 04:30
- Subuh: 04:40
- Zhuhr: 12:06
- ‘Ashr: 15:07
- Maghrib: 18:16
- ‘Isya’: 19:21
Kota Cimahi
- Imsak: 04:29
- Subuh: 04:39
- Zhuhr: 12:05
- ‘Ashr: 15:07
- Maghrib: 18:16
- ‘Isya’: 19:21
Kabupaten Sumedang
- Imsak: 04:28
- Subuh: 04:38
- Zhuhr: 12:04
- ‘Ashr: 15:05
- Maghrib: 18:10
- ‘Isya’: 19:20
Doa Buka Puasa
Ada beberapa doa yang bisa dibaca saat berbuka puasa. Berikut dua contoh doa yang sering digunakan:
Doa pertama (yang paling lazim):
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiin.
Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.”
Doa kedua:
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaAllah
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insyaAllah.”
Sunnah Saat Berbuka Puasa
Berikut beberapa sunnah yang dianjurkan saat berbuka puasa:
-
Mengawali berbuka
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”
(Hadis Muttafaq Alaih) -
Makan kurma dan minum air putih
Nabi SAW biasanya berbuka dengan kurma basah atau kering, jika tidak ada maka cukup dengan satu teguk air.“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud) -
Makan secukupnya
Nabi SAW tidak makan berlebihan saat berbuka. Bahkan beliau hanya makan tiga buah kurma.“Tiada tempat terburuk yang dipenuhi isinya oleh manusia, kecuali perutnya. Karena sebenarnya cukup baginya beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Kalau pun ia ingin makan, hendaknya ia atur dengan cara sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”
(HR Tirmidzi)





