Program Mudik Gratis Lebaran 2026 di Kalimantan Utara
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah menyiapkan program mudik gratis menggunakan bus Damri untuk rute Tana Tidung-Tanjung Selor dan Malinau-Tanjung Selor. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memfasilitasi masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman menjelang perayaan Idul Fitri 2026.
Jadwal Keberangkatan Bus Damri
Untuk rute Tana Tidung-Tanjung Selor, keberangkatan dilakukan setiap hari pada pukul 09.30 WITA. Tarif yang diberlakukan bervariasi tergantung titik keberangkatan dan tujuan, antara lain:
- Tideng Pale (KTT) – Tanjung Selor: Rp100 ribu
- Sesayap – Tanjung Selor: Rp100 ribu
- Tideng Pale – Panca Agung/Pimping: Rp80 ribu
- Sekatak Buji – Tanjung Selor: Rp85 ribu
- Panca Agung – Tanjung Selor: Rp60 ribu
- Tideng Pale – Sekatak Buji: Rp50 ribu
Perjalanan dari Kecamatan Sesayap menuju Tanjung Selor diperkirakan memakan waktu sekitar empat jam dengan kapasitas bus sebanyak 45 penumpang.
Sementara itu, rute Tana Tidung-Malinau memiliki dua jadwal keberangkatan setiap hari, yaitu pagi dan sore. Pada hari Selasa (3/3/2026), keberangkatan pertama dijadwalkan pukul 08.00 WITA, dan keberangkatan kedua pada pukul 15.00 WITA. Tarif DAMRI untuk rute ini ditetapkan sebesar Rp40 ribu per penumpang.
Bus juga melayani penumpang ke beberapa wilayah yang dilalui, dengan rincian tarif sebagai berikut:
- Desa Seputuk: Rp20 ribu
- Desa Belayan Ari: Rp20 ribu
- Desa Kapuak: Rp20 ribu
- Sesua: Rp30 ribu
Kapasitas bus DAMRI untuk rute Tana Tidung-Malinau adalah 19 penumpang, dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu setengah jam.
Persiapan dan Sosialisasi
Meski program mudik gratis telah diumumkan, Kepala Dinas Perhubungan Tana Tidung, Arief Prasetiawan, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada informasi pasti terkait kuota yang tersedia. Ia menilai pentingnya adanya sosialisasi lebih aktif agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal.
“DAMRI gratis itu program gubernur untuk arus mudik lebaran Idul Fitri, cuma memang kami belum tahu berapa kuotanya. Kalau dari kami mungkin mau menyampaikan perkuat lagi sosialisasinya biar masyarakat tahu,” ujar Arief.
Manfaat dan Kesiapan Masyarakat
Program ini diharapkan bisa membantu masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Dengan adanya tarif yang relatif terjangkau, masyarakat akan lebih mudah mengatur anggaran untuk perjalanan mudik. Selain itu, penggunaan transportasi umum seperti DAMRI juga diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di jalan raya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan jadwal keberangkatan dan tarif yang berlaku. Dengan demikian, mereka bisa merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan menghindari kebingungan saat tiba di stasiun atau terminal.





