Jadwal Gerhana 2026: Bulan Tertutup Hari Ini

Ilustrasi Gerhana Bulan Total Buatan Ai
Ilustrasi Gerhana Bulan Total Buatan Ai

Fenomena Gerhana di Tahun 2026

Fenomena gerhana selalu menarik perhatian banyak orang karena terjadi pada waktu-waktu tertentu dan membawa perubahan yang unik dalam suasana langit. Perubahan cahaya yang terjadi secara perlahan sering membuat orang ingin melihatnya secara langsung. Di tahun 2026, akan ada empat fenomena gerhana yang terjadi dalam beberapa bulan dengan waktu dan visibilitas berbeda-beda. Beberapa hanya bisa dilihat dari wilayah tertentu, tetapi sebagian lainnya masih dapat diamati dari Indonesia. Berikut adalah jadwal gerhana 2026 yang bisa kamu ketahui.

Jadwal Gerhana Matahari

Di tahun 2026, akan terjadi dua gerhana matahari dengan jenis yang berbeda, yaitu gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total. Keduanya bisa diamati di berbagai belahan dunia meski tidak semuanya terlihat dari Indonesia.

  • Gerhana Matahari Cincin (17 Februari 2026)

    Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026 dan dapat diamati di wilayah Antarktika. Sementara itu, gerhana matahari sebagian bisa terlihat di Afrika, Amerika Selatan, serta kawasan Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia.

    Proses gerhana matahari sebagian dimulai pukul 16.56 WIB dan berakhir pukul 21.27 WIB. Untuk fase cincin apinya sendiri, gerhana berlangsung dari pukul 18.42 WIB hingga 19:41 WIB dengan puncak berada di pukul 19.12 WIB.

  • Gerhana Matahari Total (12—13 Agustus 2026)

    Pada Agustus 2026, gerhana matahari total akan terlihat di beberapa negara di belahan bumi utara dan bisa disaksikan secara penuh di Greenland, Islandia, Spanyol, Rusia, serta sebagian Portugal. Gerhana dimulai pada 12 Agustus pukul 22.34 WIB dan berakhir pada 13 Agustus pukul 02.57 WIB dengan puncak terjadi pukul 00.47 WIB selama sekitar 2 menit 18 detik. Sayangnya, gerhana matahari total ini tidak bisa diamati dari Indonesia.

Jadwal Gerhana Bulan

Selain gerhana matahari, tahun 2026 juga akan diwarnai dua gerhana bulan, yaitu gerhana bulan total dan gerhana bulan sebagian. Kabar baiknya, salah satu di antaranya bisa diamati dari Indonesia dengan beberapa ketentuan.

  • Gerhana Bulan Total (3 Maret 2026)

    Pada awal Maret 2026, gerhana bulan total bisa disaksikan di Asia, Australia, Kepulauan Pasifik, hingga Amerika dengan ketentuan khusus untuk Indonesia karena prosesnya sudah berlangsung sejak sore hari. Gerhana penumbra dimulai pukul 15.44 WIB dengan Bulan terbit dalam kondisi gerhana penumbra di Indonesia timur, disusul fase sebagian pada 16.50 WIB yang terlihat dari Indonesia tengah. Puncak gerhana total terjadi pukul 18.04 WIB dan bisa disaksikan dari Indonesia barat dengan fase total berlangsung sekitar 58 menit sebelum seluruh rangkaian gerhana berakhir pada 21.22 WIB.

  • Gerhana Bulan Sebagian (27—28 Agustus 2026)

    Menjelang akhir Agustus 2026, gerhana bulan sebagian dapat diamati di wilayah timur Pasifik, Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia Barat. Prosesnya dimulai dengan fase penumbra pada pukul 08.23 WIB, lalu disusul fase sebagian pada pukul 09.33 WIB. Gerhana berlangsung hingga pukul 12.51 WIB dan berakhir sepenuhnya pada pukul 14.01 WIB, dengan total durasi sekitar 5 jam 37 menit. Namun, gerhana ini tidak dapat diamati dari Indonesia karena terjadi pada siang hari.

FAQ Seputar Jadwal Gerhana 2026

  • Ada berapa gerhana yang terjadi di tahun 2026?

    Di tahun 2026 akan terjadi total empat gerhana, terdiri dari dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan.

  • Kapan gerhana Bulan yang bisa diamati dari Indonesia?

    Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 bisa diamati dari Indonesia, meski dengan kondisi berbeda di tiap wilayah.

  • Apakah aman mengamati gerhana Bulan tanpa alat khusus?

    Aman. Gerhana Bulan bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus.


Pos terkait