Fenomena Langka: Blood Moon pada 3 Maret 2026
Pada 3 Maret 2026, masyarakat Indonesia akan menyaksikan fenomena langka yang dikenal sebagai Gerhana Bulan Total atau blood moon. Fenomena ini menjadi jawaban atas pertanyaan kapan gerhana bulan 2026 terjadi dan juga menjadi gerhana bulan total terakhir hingga akhir 2028. Bagi para penggemar astronomi, ini adalah momen yang sangat dinantikan.
Apa Itu Blood Moon?
Blood moon merujuk pada penampakan Bulan yang berubah warna menjadi merah tembaga atau merah jingga saat mengalami gerhana bulan total. Hal ini terjadi karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami pembiasan dan penyaringan. Cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah dengan panjang gelombang lebih panjang tetap lolos dan mencapai permukaan Bulan. Efek ini mirip dengan warna langit saat matahari terbit atau terbenam, hanya saja “senja” tersebut terjadi di Bulan.
Kapan dan Di Mana Blood Moon Akan Terlihat?
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia, asalkan cuaca cerah dan tidak tertutup awan tebal. Namun, waktu pengamatan akan berbeda di setiap wilayah karena perbedaan waktu terbit Bulan.
-
Indonesia Barat (WIB – Jakarta dan sekitarnya)
Bulan terbit sekitar 18.00–18.30 WIB, saat fase totalitas sudah berlangsung atau baru dimulai. Bulan akan langsung terlihat berwarna merah di ufuk timur. -
Indonesia Tengah (WITA – Bali, Makassar)
Bulan terbit ketika fase gerhana sebagian masih berlangsung, sehingga proses menuju totalitas masih bisa diamati. -
Indonesia Timur (WIT – Papua)
Wilayah ini memiliki peluang terbaik karena Bulan terbit lebih awal relatif terhadap fase gerhana, memungkinkan pengamatan rangkaian fase yang lebih lengkap.
Jadwal Lengkap Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026
Durasi keseluruhan gerhana, dari masuk hingga keluar penumbra, berlangsung sekitar 5 jam 39 menit.
WIB (Waktu Indonesia Barat):
– Gerhana sebagian mulai (U1): ±16.50 WIB (Bulan belum terbit)
– Gerhana total mulai (U2): 18.04 WIB
– Puncak gerhana: 18.33–18.34 WIB
– Gerhana total berakhir (U3): 19.02 WIB
– Gerhana sebagian berakhir (U4): 20.17 WIB
WITA (Waktu Indonesia Tengah):
– Gerhana sebagian mulai: 17.50 WITA
– Gerhana total mulai: 19.04 WITA
– Puncak gerhana: 19.33–19.34 WITA
– Gerhana total berakhir: 20.02 WITA
WIT (Waktu Indonesia Timur):
– Gerhana sebagian mulai: 18.50 WIT
– Gerhana total mulai: 20.04 WIT
– Puncak gerhana: 20.33–20.34 WIT
– Gerhana total berakhir: 21.02 WIT
Pada puncak inilah Bulan akan tampak merah tembaga—momen utama blood moon.
Apakah Aman Dilihat dengan Mata Telanjang?
Ya, gerhana bulan dapat disaksikan tanpa alat pelindung mata. Berbeda dengan gerhana matahari, cahaya yang terlihat hanyalah pantulan cahaya Matahari dari permukaan Bulan, sehingga tidak berbahaya bagi mata.
Tips Menyaksikan Blood Moon dengan Maksimal
- Cari lokasi terbuka dengan pandangan bebas ke arah timur.
- Hindari polusi cahaya kota.
- Gunakan binokular atau teleskop kecil untuk detail Bulan.
- Jika memotret, gunakan tripod dan lensa telefoto.
- Datang lebih awal untuk menikmati seluruh fase.
- Cek prakiraan cuaca sebelum pengamatan.
Mengapa Gerhana Bulan 2026 Begitu Istimewa?
Meskipun gerhana bulan total tidak sangat langka, fenomena ini tidak terjadi setiap tahun. Setelah 3 Maret 2026, dunia harus menunggu hingga 31 Desember 2028 untuk kembali menyaksikan gerhana bulan total berikutnya. Bagi penggemar astronomi dan masyarakat umum, ini adalah kesempatan penting untuk menyaksikan pertunjukan kosmik yang menunjukkan betapa dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan.





