Jadwal Imsakiyah Kota Palu untuk Bulan Ramadan 1447 H
Jadwal imsakiyah menjadi salah satu panduan penting bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan. Pada tahun 2026, atau 1447 H, jadwal imsakiyah untuk Kota Palu dan sekitarnya akan mencakup waktu-waktu shalat seperti imsak, subuh, terbit matahari, zuhur, asar, magrib, dan isya yang disesuaikan dengan wilayah masing-masing.
Berikut ini adalah jadwal imsakiyah untuk Kota Palu pada tanggal 5 Ramadan 1447 H:
- Imsak: 04.44 WITA
- Subuh: 04.55 WITA
- Zuhur: 12.18 WITA
- Asar: 15.26 WITA
- Magrib (Buka Puasa): 18.20 WITA
- Isya: 19.29 WITA
Jadwal ini dapat menjadi acuan bagi umat Islam di Kota Palu, Sulawesi Tengah, untuk menjalankan ibadah puasa dan shalat secara tepat sesuai waktu yang telah ditentukan.
Bacaan Niat Puasa
Niat merupakan bagian penting dari ibadah puasa. Berikut bacaan niat puasa yang biasa dilafalkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhāna hadzihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari demi menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Kata “Ramadhana” dianggap sebagai mudhaf ilaihi sehingga diakhiri dengan fathah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarr-nya. Sedangkan kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah.
Niat puasa bisa dilafalkan, namun niat yang hanya terbenak di hati pun sah menurut banyak ulama, selama disertai kesadaran dan keyakinan untuk berpuasa.
Doa Buka Puasa
Doa buka puasa dibacakan sebelum berbuka puasa atau ketika adzan Maghrib berkumandang. Berikut doa yang dianjurkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Lafal latin: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.”
Doa lain yang juga dianjurkan adalah:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizq-ika-aftartu birohmatika yaa arhamar roohimiin
Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa karena-Mu, beriman kepada-Mu, dan berbuka dengan rezeki-Mu. Dengan rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.”
Keutamaan Menyegerakan Waktu Berbuka
Menyegerakan waktu berbuka puasa Ramadhan merupakan sunnah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, beliau bersabda:
“Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
Dengan mengikuti waktu berbuka puasa yang tepat, kita tidak hanya menghidupkan sunnah, tetapi juga melatih jiwa untuk selalu taat pada aturan Allah.
Selain itu, menyegerakan berbuka puasa juga memiliki manfaat kesehatan. Hal tersebut karena tubuh membutuhkan asupan energi setelah seharian berpuasa.
Tata Cara Berbuka Puasa
Berdasarkan sunnah Rasulullah SAW, berikut tata cara berbuka puasa:
- Menyegerakan Berbuka: Begitu waktu berbuka puasa yang tepat tiba, segera hentikan puasa dengan makanan atau minuman yang manis.
- Membaca Doa Buka Puasa: Doa yang dianjurkan adalah: Allahumma inni laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizq-ika-aftartu. Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa karena-Mu, beriman kepada-Mu, dan berbuka dengan rezeki-Mu.”
- Berbuka dengan Kurma Atau Air Putih: Mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang berbuka dengan kurma atau air putih jika tidak ada kurma.
- Shalat Maghrib Tepat Waktu: Setelah berbuka secukupnya, segera tunaikan shalat Maghrib.
- Makan Malam setelah Shalat: Makan besar dilakukan setelah shalat Maghrib agar tetap fokus pada ibadah.
Dengan tata cara ini, waktu berbuka puasa yang tepat akan semakin bermakna dan berpahala.
Niat Puasa Ramadan
Berikut bacaan niat puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhāna hadzihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami‘i syahri Ramadhāni hādzihis sanati fardhan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”
Itulah doa menyambut bulan Ramadan, amalan-amalan sunnah yang bisa dikerjakan jelang datangnya bulan Ramadhan dan bacaan niat berpuasa di bulan Ramadan.





