Jadwal Imsak dan Berbuka Puasa Kabupaten Sorong 2 Maret 2026 / 12 Ramadan 1447 H

0005 Min Scaled 20
0005 Min Scaled 20

Jadwal Buka Puasa dan Salat Lima Waktu Kabupaten Sorong 12 Ramadan 1447 H

Pada hari Senin, 2 Maret 2026, masyarakat Muslim di Indonesia khususnya di Kabupaten Sorong telah memasuki hari kedua belas puasa Ramadan 1447 H. Dalam hitungan jam, warga Kabupaten Sorong akan segera memasuki waktu berbuka puasa. Berikut adalah jadwal lengkap berbuka puasa dan salat lima waktu untuk tanggal tersebut:

  • IMSAK: 04:58
  • SUBUH: 05:08
  • TERBIT: 06:20
  • DUHA: 06:48
  • ZUHUR: 12:31
  • ASAR: 15:42
  • MAGRIB: 18:34
  • ISYA’: 19:43

Doa Berbuka Puasa

Berikut bacaan doa berbuka puasa yang diriwayatkan dari HR Abu Dawud:

Arab Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.”

Doa ini biasanya dibaca setelah menjalankan puasa dan sebelum mengonsumsi makanan atau minuman.

5 Sunnah Berbuka Puasa yang Bisa Diterapkan

  1. Menyegerakan Berbuka Puasa

    Salah satu amalan sunnah ketika berbuka puasa Ramadhan adalah menyegerakan berbuka puasa ketika waktu berbuka telah tiba. Waktu buka puasa yakni ketika matahari telah tenggelam (maghrib).

Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan salat maghrib hingga berbuka puasa kendati hanya dengan seteguk air,” (H.R. Tirmidzi. Hadits Hasan).

Selain itu, hadis dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang-orang (umat Islam) senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka,” (Muttafaqun ‘alaih).

  1. Berbuka dengan Memakan Kurma

    Disunahkan untuk berbuka puasa dengan kurma masak atau kering dengan jumlah yang ganjil. Ataupun jika tidak ada, tidak mengapa jika hanya berbuka puasa dengan meminum air.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan beberapa biji ruthab (kurma masak yang belum jadi tamr) sebelum shalat Maghrib. Jika tidak ada beberapa biji ruthab, cukup beberap biji tamr (kurma kering). Jika itu tidak ada juga, beliau minum beberapa teguk air,” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits Hasan Shahih).

  1. Memperbanyak Berdoa Ketika Berbuka Puasa

    Doa menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan saat berpuasa. Sebelum melakukan buka puasa, kita bisa mengamalkan doa yang biasa dibaca oleh rasulullah.

Doa yang umum dibaca adalah:

Arab Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan kita peroleh, insyaa Allah.”

Selain itu, kita juga diperbolehkan untuk memperbanyak doa lainnya yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Arab Latin: Thalatun laa turaddu da’watuhum: al-imamu al-adil, wash-sha’im hattha yufthir, wa da’watu al-mazlum yarfa’uhu allahu fawqas-sahabi yauma al-qiyamah.

Artinya: “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat.”

  1. Memberi Makan Berbuka

    Jika kita memiliki rizki yang cukup, maka baiknya jika kita memberi makan berbuka untuk yang lain. Meski terlihat sepele, ternyata memberi makanan buka untuk orang lain memiliki pahala besar dibaliknya.

Hadis yang diriwayatkan:

Arab Latin: Man fathara sha’imam kana lahu mitslu ajrihi ghairi anna huwa la yunqushu min ajri ash-sha’im syai’an.

Artinya: “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”

  1. Mendoakan Orang yang Memberi Makan Buka

    Memberikan doa kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita ternyata juga memiliki nilai ibadah. Misalnya, orang yang memberi makanan buka puasa untuk kita.

Hadis yang diriwayatkan:

Arab Latin: Wa man shana ilaikum ma’ruful fakafiihu fain lam tajidu ma takafiihu fad’uu lahu hattha taraw a nakhum qad kafaitumuhu.

Artinya: “Barangsiapa yang memberi kebaikan untukmu, maka balaslah. Jika engkau tidak dapati sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do’akanlah ia sampai engkau yakin engkau telah membalas kebaikannya.”



Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

Arab Latin: Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku]. (HR. Muslim no. 2055)

Pos terkait