Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 Hijriah di Banjarmasin
Pada hari Selasa, 3 Maret 2026, umat Muslim di wilayah Banjarmasin kembali menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Tanggal tersebut bertepatan dengan 13 Ramadhan 1447 Hijriah. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan, di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Mengetahui jadwal imsak dan waktu berbuka puasa menjadi hal penting bagi umat Muslim agar dapat menjalankan ibadah dengan tepat waktu. Jadwal imsakiyah ini dirujuk dari laman resmi Bimas Islam milik Kementerian Agama Republik Indonesia, yang menjadi acuan utama masyarakat dalam menentukan waktu ibadah selama bulan suci ini.
- Imsak: 05.04 WITA
- Subuh: 05.14 WITA
- Terbit: 06.25 WITA
- Dhuha: 06.52 WITA
- Zuhur: 12.37 WITA
- Asar: 15.41 WITA
- Maghrib (Buka Puasa): 18.41 WITA
- Isya: 19.50 WITA
Waktu imsak menjadi pengingat bagi umat Muslim bahwa waktu sahur hampir berakhir. Setelah memasuki waktu Subuh, umat Islam mulai menjalankan puasa hingga tiba waktu Maghrib yang menjadi tanda berbuka puasa. Oleh karena itu, jadwal imsakiyah sangat membantu umat Muslim dalam mengatur waktu ibadah selama bulan suci Ramadhan.
Puasa Ramadhan sebagai Kewajiban
Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah baligh dan mampu menjalankannya. Perintah ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Dengan menahan lapar, haus, serta hawa nafsu, seorang Muslim dilatih untuk meningkatkan kesabaran, pengendalian diri, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Keutamaan Puasa dalam Hadis
Selain sebagai kewajiban, puasa Ramadhan juga memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa yang dijalankan dengan penuh keikhlasan dapat menjadi sarana penghapus dosa. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk menjalankan puasa dengan penuh kesungguhan serta memperbanyak ibadah lainnya.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa di surga terdapat pintu khusus bernama Ar-Rayyan yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan ibadah puasa di sisi Allah SWT.





