Jadwal Pasar Murah Pemkot Surabaya di 93 Titik, Harga Lebih Murah dari Pasar Biasa

Gapura Articles 1710930920984 160
Gapura Articles 1710930920984 160

Pasar Murah di Surabaya untuk Menjaga Ketersediaan Bahan Pokok Selama Ramadan

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar kegiatan pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan. Kegiatan ini akan berlangsung di 93 lokasi yang tersebar di seluruh kecamatan. Dengan rencana pelaksanaan yang terbagi dalam dua tahap, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Jadwal Pelaksanaan Pasar Murah

Rencananya, pasar murah akan digelar pada 2 Maret 2026 mulai pukul 07.30 WIB di 31 lokasi. Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan pada 5 Maret 2026 di 62 lokasi dengan waktu pelaksanaan dimulai pukul 08.00 WIB. Pemkot Surabaya memastikan bahwa kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pasar murah ini adalah menjaga keseimbangan pasar dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Pasar murah ini bukan hanya soal harga yang lebih terjangkau, tetapi juga upaya menjaga keseimbangan pasar. Harapannya, harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang selama Ramadan,” ujarnya.

Komoditas yang Dijual

Komoditas yang dijual pada pasar murah difokuskan pada kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng, telur, cabai merah, daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan bawang putih. Semua komoditas tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli warga.

Menurut Mia, stok komoditas disesuaikan dengan hasil pantauan di pasar terkait komoditas yang paling banyak dicari masyarakat. Saat ini, beras, minyak, dan gula masih menjadi produk yang paling diminati. Telur juga mulai banyak dicari karena meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.

Ia menambahkan bahwa untuk komoditas seperti daging dan cabai, lonjakan permintaan biasanya terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu menjelang Lebaran. Hal ini menyebabkan peningkatan permintaan dari rumah tangga.

Upaya Mengendalikan Inflasi

Selain memastikan stok tetap tersedia, kegiatan pasar murah juga menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan potensi inflasi. “Kita ingin masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan barang. Dengan adanya pasar murah, komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga tetap tersedia dan bisa diakses dengan mudah,” tambah Mia.

Menurut data yang dikoordinasikan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), harga kebutuhan pokok di Surabaya selama Januari hingga Februari masih relatif stabil. Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai. Rata-rata harga cabai di Surabaya mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Menurut Mia, kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor eksternal, seperti gangguan produksi di daerah penghasil akibat cuaca atau curah hujan tinggi. Untuk mengatasi hal ini, Dinkopumdag melakukan pemantauan harian di pasar-pasar pantauan. Jika ditemukan kenaikan signifikan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menelusuri penyebab dan mencari solusi cepat.

Kerja Sama dengan Daerah Penghasil

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menjalin kerja sama langsung dengan sejumlah daerah penghasil bahan pangan. Melalui kerja sama tersebut, komoditas dari daerah akan didistribusikan ke Surabaya, khususnya produk pertanian seperti sayur, buah, dan beras, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan di dalam kota.


Pos terkait