Kerusakan Jalan di Ubud Akibat Hujan Deras
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar beberapa waktu terakhir menyebabkan kerusakan infrastruktur. Salah satu yang terkena dampaknya adalah aspal yang baru dibuat pemerintah untuk pelebaran jalan di simpang empat Tebongkang pada akhir tahun 2025. Kini, kondisi aspal tersebut rusak dan tidak lagi mulus.
Pantauan Tribun Bali, Minggu (1/3), menunjukkan bahwa aspal untuk pelebaran jalan tersebut mengalami banyak kerusakan. Selain berlubang, aspal yang berada di pinggir juga tergerus, sehingga tidak rata. Kondisi ini membahayakan pengendara, terutama saat hujan turun. Lubang-lubang yang ada di jalan tersebut tergenangi air hujan, membuat pengendara kesulitan melihat lubang yang dalam.
Selama ini, telah banyak kendaraan yang terjerembab di lubang tersebut. Meskipun tidak menimbulkan korban luka, kerusakan yang terjadi cukup parah. Banyak sepeda motor dan mobil yang rusak akibat melewati lubang-lubang tersebut.
Julianto, seorang sopir transportasi yang biasa mangkal di seputaran lokasi tersebut, mengatakan bahwa kerusakan jalan tersebut telah terjadi sejak beberapa hari lalu. Namun beruntung tidak sampai memakan korban. “Setahu saya belum pernah telan korban, tapi kondisinya membahayakan. Syukur di sana sering macet, jadi kendaraan jalannya pelan, kalau malam dan saat turun hujan, itu sangat berbahaya,” ujarnya.
Pantauan Tribun Bali menunjukkan bahwa kerusakan jalan baru di Ubud tidak hanya terjadi di simpang Tebongkang. Di beberapa lokasi lain seperti Jalan Raya Nyuh Kuning, terdapat pula lubang tinggi di tengah jalan. Kondisi ini terjadi akibat hujan deras yang terus-menerus mengguyur wilayah tersebut.
Selain jalan, beberapa drainase yang baru diperbaiki di tahun 2025 juga tidak berfungsi maksimal. Contohnya, drainase di simpang empat Tebongkang. Drainase yang telah diperluas tersebut kerap mampet saat hujan lebat. Air sungai pun meluber ke jalan, yang juga menutupi lubang-lubang aspal, dan menggerus pinggiran aspal.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, I Made Gede Astawiguna, saat dikonfirmasi hanya menjawab singkat. Ia menyatakan bahwa kerusakan tersebut akan segera ditindaklanjuti. “Kami tindaklanjuti,” ucapnya.
Penyebab Kerusakan Infrastruktur
Banyak faktor yang menyebabkan kerusakan infrastruktur di Ubud. Salah satunya adalah curah hujan yang tinggi. Hujan deras yang terus-menerus mengguyur wilayah tersebut menyebabkan genangan air yang tidak bisa diserap oleh drainase yang tidak berfungsi secara optimal. Hal ini memicu terjadinya erosi pada permukaan jalan, terutama di area yang baru saja diperbaiki.
Selain itu, kualitas bahan konstruksi dan proses pengerjaan juga menjadi pertanyaan. Jalan yang baru saja diperbaiki ternyata tidak mampu bertahan lama terhadap cuaca ekstrem. Ini menunjukkan bahwa proses pembangunan atau pemeliharaan infrastruktur perlu diperhatikan lebih baik, terutama dalam menghadapi kondisi iklim yang tidak menentu.
Langkah yang Diperlukan
Untuk mengatasi masalah ini, pihak terkait perlu segera melakukan perbaikan dan penguatan infrastruktur. Tidak hanya fokus pada perbaikan jalan, tetapi juga perlu memastikan bahwa sistem drainase bekerja dengan baik. Perawatan rutin juga penting agar kerusakan tidak terjadi kembali.
Selain itu, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada saat berkendara di area yang rawan. Terutama saat hujan turun, pengendara perlu memperhatikan kondisi jalan dan menghindari lubang-lubang besar yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Solusi Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, perlu adanya perencanaan infrastruktur yang lebih matang. Sistem drainase harus dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menyerap air hujan secara efektif. Selain itu, penggunaan bahan konstruksi yang tahan terhadap cuaca ekstrem juga penting agar infrastruktur tidak mudah rusak.
Pemerintah setempat juga perlu meningkatkan koordinasi antar-instansi terkait, seperti Dinas PUPR dan instansi lainnya, agar semua masalah dapat segera diatasi. Dengan kolaborasi yang baik, kondisi infrastruktur di Ubud dapat ditingkatkan dan lebih aman bagi masyarakat.





