Jalan Penghubung Boltim-Kotamobagu Nyaris Putus, BPJN Sulut Dikritik Tidak Perhatikan

Jalan Penghubung Antar Desa Di Blora Nyaris Putus Thumbnail 267 1
Jalan Penghubung Antar Desa Di Blora Nyaris Putus Thumbnail 267 1

Kondisi Jalan di Boltim Mengkhawatirkan

Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) semakin memprihatinkan. Sebagai salah satu daerah dengan sebaran jalan rusak terbanyak di Sulawesi Utara, jalur yang menghubungkan Kecamatan Modayag hingga Nuangan kini berada dalam kondisi darurat. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa jalur vital Boltim-Kotamobagu mengalami kerusakan parah di berbagai titik.

Terdapat area yang terputus total namun hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara. Selain jalan putus, belasan titik lainnya terancam ambrol akibat longsor yang terus menggerus tepian jalan. Keluhan masyarakat, terutama warga Kecamatan Nuangan, mulai memuncak.

Fendri, seorang pemuda setempat, menyayangkan sikap otoritas terkait yang seolah membiarkan akses melalui Desa Lanut tersebut terbengkalai. Ia mengatakan, “Kami sering membawa keluarga yang sakit lewat jalan ini. Tapi sayangnya tak dapat perhatian BPJN Sulut.”

Bahaya mengintai para pengendara, terutama saat melintasi jalur tersebut di malam hari. Rudini, warga lainnya, menyebutkan bahwa minimnya penerangan dan banyaknya titik longsor menjadikan perjalanan via Desa Lanut sangat berisiko bagi keselamatan pengendara. Ia menilai, ketimpangan fasilitas di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) inilah yang memicu gejolak sosial di tengah masyarakat.

“Karena suara-suara yang menuntut pemekaran kemarin lahir dari kekecewaan warga, terutama fasilitas jalan yang dicueki Pemprov Sulut,” tegas ayah dua anak tersebut.

Harapan Warga pada Pemerintah Provinsi

Kini, harapan warga tertuju sepenuhnya pada kebijakan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Stevanus. Masyarakat mendesak agar pemerintah provinsi tidak bersikap diskriminatif dalam pembangunan infrastruktur. “Biar bagaimanapun Boltim bagian dari Pemprov Sulut. Jangan jadikan kami anak tiri,” keluh dia.

Warga berharap ada tindakan nyata dan cepat sebelum jalur tersebut benar-benar terisolasi. “Pemprov Sulut harus memberikan perhatian lebih terkait fasilitas jalan yang rusak terutama di jalur Boltim-Kotamobagu,” tandasnya.

Masalah yang Terus Berlanjut

Masalah infrastruktur jalan di Boltim bukanlah isu baru. Sejak beberapa tahun terakhir, warga terus mengeluhkan kondisi jalan yang semakin parah. Jalur-jalur utama yang menjadi penghubung antarkecamatan sering kali tidak layak digunakan, terutama saat musim hujan. Longsoran tanah dan retakan besar sering kali menghalangi lalu lintas, sehingga mengganggu aktivitas ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, minimnya anggaran untuk perbaikan jalan juga menjadi kendala. Meskipun ada rencana pembangunan, pelaksanaannya sering terlambat atau tidak merata. Hal ini membuat masyarakat semakin frustrasi, terutama karena mereka merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan daerah lain di Sulawesi Utara.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kondisi jalan yang rusak tidak hanya berdampak pada keselamatan pengendara, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Akses yang terbatas menyulitkan distribusi barang dan jasa, serta menghambat pertumbuhan usaha kecil dan menengah. Warga yang tinggal di daerah terpencil bahkan kesulitan mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.

Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka sering kali harus melewati jalan yang berbahaya hanya untuk mencari pengobatan atau mengirimkan anak-anak ke sekolah. Hal ini meningkatkan risiko cedera dan bahaya yang bisa terjadi selama perjalanan.

Solusi yang Diharapkan

Masyarakat Boltim berharap pemerintah provinsi segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur jalan. Beberapa solusi yang ditawarkan antara lain:

  • Penanganan darurat terhadap jalur-jalur yang sudah rusak parah.
  • Penganggaran yang lebih besar untuk proyek perbaikan jalan.
  • Peningkatan koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
  • Penambahan penerangan jalan di titik-titik rawan.
  • Pemantauan rutin terhadap kondisi jalan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Dengan tindakan yang cepat dan efektif, diharapkan kondisi jalan di Boltim dapat segera diperbaiki, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan lancar.

Pos terkait