Aksi Blokade Jalan di Mimika Akibat Kekerasan yang Menimpa Romario Moromako
Pada Sabtu malam, Jalan Poros Pomako di Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sempat ditutup total oleh sejumlah warga. Aksi ini dilakukan oleh keluarga korban penganiayaan yang menuntut keadilan atas insiden yang menimpa Romario Moromako.
Korban, seorang pemuda yang kini dalam kondisi kritis, mengalami luka tusuk benda tajam dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Mimika. Insiden tersebut memicu reaksi spontan dari pihak keluarga yang merasa tidak puas dengan proses penanganan kasus.
Penyebab Aksi Blokade Massa
Aksi blokade jalan dilakukan dengan menggunakan batang kayu dan ban bekas sebagai bentuk protes terhadap kekerasan yang dialami Romario. Puluhan warga yang terlibat dalam aksi ini menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap perlakuan yang diterima korban.
Kejadian ini juga mengganggu arus transportasi utama menuju Pelabuhan Pomako, yang merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi wilayah tersebut. Sejumlah kendaraan logistik dan mobilisasi warga terhambat selama beberapa jam sebelum pihak kepolisian berhasil melakukan pendekatan persuasif untuk membuka akses jalan.
Peran Polisi dalam Meredam Ketegangan
Kapolsek Mimika Timur, Iptu Aleks Soumilena, memimpin langsung koordinasi pengamanan bersama Kasat Polairud AKP MM Sayori dan Kapolsek Pelabuhan Pomako Iptu F Nanlohy. Dalam koordinasi tersebut, polisi mengedepankan dialog humanis untuk meredam emosi massa yang berkumpul di lokasi pemalangan.
Polisi juga menjamin bahwa kasus ini menjadi prioritas utama untuk segera diungkap melalui jalur hukum yang berlaku. “Proses penyelidikan dan pengungkapan pelaku sedang dilakukan secara intensif oleh tim di lapangan,” tegas Iptu Aleks saat berdialog dengan perwakilan keluarga.
Upaya Penangkapan Pelaku Utama
Untuk mempercepat penangkapan pelaku, Tim Opsnal Polres Mimika telah dikerahkan untuk melakukan pencarian dan pengumpulan informasi di lapangan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi kunci yang diduga kuat mengetahui kronologi peristiwa penganiayaan di Mapurujaya.
Partisipasi masyarakat dalam memberikan keterangan sangat diperlukan agar penyidik dapat segera mengidentifikasi identitas terduga pelaku penusukan. Pihak aparat keamanan mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Distrik Mimika Timur agar tidak terprovokasi oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
Situasi Kembali Normal
Keluarga korban akhirnya bersedia membuka sebagian blokade jalan setelah mendapatkan penjelasan resmi terkait progres penanganan kasus oleh pihak kepolisian. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kamtibmas dan tidak terprovokasi oleh keadaan,” tambah Iptu Aleks.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas menuju depo kontainer maupun Pelabuhan Pomako terpantau mulai berjalan normal kembali. Sejumlah Polisi masih disiagakan di beberapa titik rawan guna mengantisipasi aksi susulan dari kelompok massa tertentu.
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan pun dipastikan aman terkendali di bawah pengawasan ketat aparat gabungan.





