Febri Hariyadi Dipastikan Absen dalam Laga Persis Solo vs Persik Kediri
Febri Hariyadi, pemain andalan Persis Solo yang sebelumnya menjadi wonderkid Persib Bandung, dipastikan tidak bisa tampil saat timnya menjamu Persik Kediri di Stadion Manahan, Minggu (1/3/2026). Hal ini disebabkan oleh cedera yang dialaminya saat sesi latihan.
Dokter tim Persis Solo, Iwan Wahyu Utomo, mengungkapkan bahwa cedera Febri terjadi pada Rabu lalu. Saat itu, pemain 27 tahun tersebut mengalami salah tumpuan saat menendang bola. Kondisi tanah yang agak lembek membuat kaki kirinya tidak cukup kuat, sehingga ia jatuh dan mengalami cedera.
Hasil MRI Menunjukkan Cedera ACL Kambuh
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, tim medis menemukan bahwa cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang pernah dialami Febri pada 2024 kembali kambuh. Pemeriksaan MRI menunjukkan bahwa cedera terjadi di tempat yang sama dengan cedera sebelumnya.
“Kami melakukan MRI dan konsultasi dengan dokter. Hasilnya memang dia kembali mengalami cedera ACL. Jadi, dia memang pernah punya riwayat ACL tahun 2024. Dan ini di tempat yang sama ACL-nya sobek lagi,” ujar Iwan.
Selain cedera ACL, Febri juga mengalami tambahan sobekan pada bagian meniskus. Hal ini memperparah kondisinya, sehingga harus segera menjalani operasi. Meski demikian, hingga saat ini, tempat dan jadwal operasi masih belum ditentukan karena proses kontrol masih berlangsung.
Potensi Menepi Hingga Akhir Musim
Dengan kambuhnya cedera ACL, kemungkinan besar Febri Hariyadi akan absen hingga akhir musim. Proses pemulihan cedera ACL biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan beberapa bulan hingga setahun.
Kehilangan pemain muda berbakat ini tentu menjadi pukulan berat bagi Persis Solo, terutama menjelang laga penting melawan Persik Kediri serta dalam persaingan di Super League musim ini. Febri dikenal sebagai salah satu pemain yang sering memberikan kontribusi besar baik dalam hal gol maupun assist.
Dampak pada Tim dan Performa
Absennya Febri Hariyadi akan memengaruhi strategi pelatih dan formasi tim. Persis Solo harus mencari solusi untuk menggantikan perannya, baik dari segi penyerangan maupun pertahanan. Selain itu, kehilangan pemain berpengalaman seperti Febri juga bisa memengaruhi moral tim, terutama jika laga melawan Persik Kediri sangat penting bagi posisi mereka di klasemen.
Meskipun begitu, manajemen dan staf medis Persis Solo tetap optimis. Mereka akan terus memantau kondisi Febri dan memberikan perawatan terbaik agar ia bisa segera pulih dan kembali bermain.
Harapan untuk Pemulihan Cepat
Semua pihak, termasuk rekan-rekan satu tim dan para penggemar, berharap Febri bisa segera pulih dan kembali berlaga. Cedera yang kambuh merupakan tantangan besar, namun dengan dukungan dan perawatan yang tepat, pemulihan bisa dilakukan lebih cepat.
Febri Hariyadi tetap menjadi harapan bagi Persis Solo di masa depan. Meskipun saat ini sedang dalam masa pemulihan, semangat dan dedikasinya tetap menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda di sepak bola Indonesia.





