Jalan Simpang 4 Tebongkang Berlubang Usai Hujan Badai

Jalan Berlubang Di Perlintasan Kereta Api Jl A Yani Kota Blitar 1
Jalan Berlubang Di Perlintasan Kereta Api Jl A Yani Kota Blitar 1

Hujan Deras Mengakibatkan Kerusakan Jalan di Ubud, Gianyar

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banjar Tebongkang, Desa Singakerta, Ubud, Gianyar, Bali, belakangan ini menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan. Salah satu yang terkena dampaknya adalah aspal yang baru dibuat untuk pelebaran jalan di simpang 4 Tebongkang. Pembenahan jalan tersebut dilakukan pada akhir tahun 2025, namun kini kondisinya memprihatinkan.

Pantauan Tribun Bali pada Minggu 1 Maret 2026 menunjukkan bahwa aspal di lokasi tersebut mengalami banyak kerusakan. Banyak lubang yang muncul dan permukaan jalan tidak rata. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara, terutama saat hujan turun. Lubang-lubang tersebut tergenang air, sehingga sulit dilihat dan berpotensi membuat kendaraan terjebak.

Selama beberapa waktu terakhir, banyak kendaraan yang terjerembab di lubang-lubang tersebut. Meskipun belum ada korban luka, kerusakan yang terjadi cukup serius, mulai dari sepeda motor hingga mobil. Julianto, seorang sopir transportasi yang biasa mangkal di sekitar lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Ia menilai kondisi jalan tersebut sangat berbahaya, terutama saat hujan dan malam hari. “Setahu saya belum pernah telan korban, tapi kondisinya membahayakan. Syukur di sana sering macet, jadi kendaraan jalannya pelan, kalau malam dan saat turun hujan, itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Kerusakan jalan baru di Ubud tidak hanya terjadi di simpang Tebongkang. Di beberapa lokasi lain seperti Jalan Raya Nyuh Kuning juga terdapat lubang yang cukup dalam. Kondisi ini disebabkan oleh hujan deras yang terjadi belakangan ini. Selain jalan, drainase yang baru diperbaiki pada tahun 2025 juga tidak berfungsi secara optimal. Drainase di simpang empat Tebongkang, misalnya, sering mampet saat hujan lebat. Akibatnya, air sungai meluber ke jalan, yang juga menutupi lubang-lubang aspal dan menggerus pinggiran jalan.

Respons dari Pihak Terkait

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, I Made Gede Astawiguna, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kerusakan jalan akan segera ditindaklanjuti. “Kami tindaklanjuti,” katanya singkat. Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana perbaikan yang akan dilakukan.

Masalah Infrastruktur yang Mengkhawatirkan

Kondisi jalan yang rusak dan drainase yang tidak berfungsi maksimal menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat setempat berharap pihak berwenang segera melakukan tindakan cepat untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan.


Pos terkait