Jadwal Buka Puasa Ramadan 1447 H di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan
Berikut ini jadwal buka puasa Ramadan 1447 H untuk seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, serta Kalimantan Selatan, seperti Banjarmasin dan sekitarnya. Jadwal ini berlaku pada hari ini, Minggu 1 Maret 2026.
Untuk memastikan keakuratan waktu berbuka puasa, Anda dapat mengunjungi situs resmi yang menyediakan informasi terkini. Berikut adalah beberapa doa yang dianjurkan untuk dibaca saat berbuka puasa:
-
Doa pertama: “Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.”
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu atau karena-Mu aku berpuasa, denganMu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.” -
Doa kedua: “Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Sami’ul ‘Alim.”
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu atau karena-Mu kami berpuasa, atas rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami. Sesungguhnya, Engkau Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR. Ibnu Sunni dan lainnya) -
Doa ketiga: “Allahumma inni as-aluka bi rohmatikal latii wasi’at kulla syain an taghfirolii.”
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang mencakup segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.” -
Doa keempat: “Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu”.
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka”.
Jadwal lengkap untuk Palangka Raya Kalteng dan kabupaten lainnya dapat dilihat di link ini. Sementara itu, jadwal Banjarmasin Kalsel dan sekitarnya bisa dilihat di link ini.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Kamis (19/2/2026). Hal ini menjadi dasar bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa.
Tiga Amalan Utama Saat Puasa Ramadhan
Agar puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya melakukan tiga amalan utama berikut ini:
1. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Salat
Jangan hanya puas dengan salat fardu, usahakan tambah dengan salat sunnah. Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya salat sunnah Rawatib yang jumlahnya 12 rakaat (2 rakaat sebelum Subuh, 4 sebelum Zuhur, 2 sesudah Zuhur, 2 sesudah Magrib, dan 2 sesudah Isya). Pahalanya dijanjikan dibangunkan satu rumah di surga.
Selain itu, maksimalkan salat sunnah mutlak dan salat Dhuha yang keutamaannya terbagi jadi tiga waktu:
– Awal Dhuha (Syuruq): Dikerjakan sekitar 1,5 jam setelah subuh (2 rakaat). Pahalanya senilai haji dan umrah sempurna.
– Pertengahan Dhuha: Sekitar jam 8-10 pagi (2-4 rakaat). Keutamaannya bisa mengganti kewajiban zikir seluruh sendi tubuh dan menghambat datangnya musibah.
– Akhir Dhuha: Jam 10-11 siang menjelang Zuhur (2-8 rakaat). Waktu terbaik untuk mempermudah datangnya rezeki.
Tentunya, jangan tinggalkan salat qiyamullail seperti Tarawih, Tahajud, dan Witir di malam hari.
2. Membaca Al-Qur’an
Selama Ramadhan, jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat terdekat. Ada dua cara berinteraksi dengan Al-Qur’an:
– Qira’ah (Membaca): Pasang target minimal khatam 1 juz per hari. Agar lebih mudah, Ustaz Adi Hidayat memberikan trik jitu, yakni bagi 1 juz ke dalam 5 waktu salat fardu. Jadi, cukup baca 14 ayat sebelum salat dan 14 ayat sesudah salat.
– Tilawah (Mengkaji): Tidak hanya dibaca, ikutlah majelis kajian atau tafsir. Orang yang mengkaji Al-Qur’an akan diberikan rahmat, ketenangan jiwa (sakinah), didoakan malaikat, dan namanya dibanggakan oleh Allah SWT.
3. Siapkan Harta untuk Infaq dan Sedekah
Siapa bilang sedekah harus menunggu kaya raya? Di bulan Ramadhan, pahala sedekah dilipatgandakan 700 kali lipat, bahkan lebih. Ustadz Adi Hidayat menyarankan kita untuk menyusun budget atau anggaran infaq, bahkan sebelum Ramadhan tiba. Tidak harus berupa uang jutaan rupiah. Bisa dengan menyumbangkan sekotak kurma, jeruk, atau bahkan sebotol air mineral ke masjid untuk orang yang berbuka puasa.





