Jangan Langsung Makan Gorengan Saat Berbuka, Ini Bahayanya!

27505
27505

Pentingnya Mengatur Pola Makan Saat Berbuka Puasa

Berbuka puasa menjadi momen yang dinantikan oleh banyak orang setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Di Indonesia, gorengan sering menjadi pilihan utama untuk mengisi perut setelah berpuasa. Namun, kebiasaan makan gorengan secara langsung saat berbuka ternyata bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan jika dilakukan secara rutin.

Menurut Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, dosen Departemen Gizi Masyarakat dari Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, gorengan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi akibat proses penggorengan. “Sebenarnya tidak dianjurkan untuk berbuka puasa dengan gorengan,” ujarnya.

Lemak termasuk zat gizi yang lebih sulit dicerna dibandingkan karbohidrat. “Gorengan ini kan digoreng berarti tinggi lemak. Nah, lemak itu termasuk sulit dicerna. Proses mencernanya dibandingkan dengan mencerna karbohidrat itu lebih lama,” katanya.

Setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat cukup lama. Jika langsung menerima makanan tinggi lemak, pencernaan harus bekerja lebih berat, sehingga berisiko menimbulkan gangguan seperti sakit perut, mual, atau mules. “Takutnya nanti ada gangguan di sistem pencernaan. Paling tidak mungkin sakit perut, mual, mules,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi gorengan saat perut kosong dapat memicu peningkatan asam lambung, terutama bagi orang yang memiliki riwayat gangguan lambung. “Bayangin ya, perut yang kosong, asam lambungnya meningkat. Kalau orang yang punya asam lambung itu pasti perih banget rasanya,” jelasnya.

Meski begitu, Dr. Karina menegaskan bahwa gorengan tidak sepenuhnya dilarang saat berbuka puasa. “Makan gorengan saat berbuka puasa itu boleh, tapi dengan catatan, diberi jeda waktu dan tidak berlebihan,” katanya.

Ia menyarankan agar gorengan dikonsumsi setelah perut diisi terlebih dahulu dengan makanan ringan atau makanan utama. Selain itu, jumlah gorengan juga perlu dibatasi karena konsumsi lemak berlebih secara terus-menerus dapat menumpuk dalam tubuh dan memicu obesitas. “Kalau makanan gorengan tinggi lemak itu juga bisa berisiko kalau kita makan dalam jumlah yang banyak dan tidak bisa dikontrol setiap hari,” ujarnya.

Tips untuk Konsumsi Gorengan yang Lebih Sehat

  • Hindari makan gorengan langsung saat berbuka: Tunggu beberapa saat setelah minum air putih atau makanan ringan.
  • Batasi jumlah gorengan: Konsumsi dalam porsi kecil agar tidak memberatkan pencernaan.
  • Pilih jenis gorengan yang lebih sehat: Misalnya, gorengan yang menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun.
  • Jangan menggoreng ulang: Minyak yang digunakan kembali dapat meningkatkan kadar lemak trans.

Dr. Karina mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengontrol konsumsi gorengan saat berbuka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga kebiasaan makan yang lebih sehat akan berdampak positif bagi kualitas kesehatan di masa mendatang.


Pos terkait