Persebaya Surabaya Bermain Imbang 2-2 melawan Persib Bandung
Dalam laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 2-2 melawan juara bertahan, Persib Bandung. Meski tidak meraih kemenangan penuh, hasil tersebut tetap menjadi bukti semangat juang dan adaptasi tim dalam situasi sulit.
Green Force sempat tertinggal sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat perjuangan tanpa henti sepanjang pertandingan. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa timnya sebenarnya mengincar kemenangan penuh di kandang sendiri. Namun, ia tetap memberi apresiasi atas respons para pemain yang mampu bangkit dari tekanan.
“Kami sebenarnya ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain meski hasilnya seri,” ujar Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan.
Pertandingan berjalan terbuka dengan peluang silih berganti dari kedua kubu. Hasil imbang dinilai cukup merepresentasikan duel sengit yang terjadi selama 90 menit. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keputusan tak biasa memainkan Toni Firmansyah di sektor sayap kanan. Padahal, pemain muda tersebut dikenal sebagai gelandang yang lebih sering beroperasi di lini tengah.
Tavares menjelaskan alasan di balik eksperimen tersebut. Ia melihat Toni memiliki agresivitas, kecepatan, serta teknik yang sesuai dengan kebutuhan tim di sisi kanan. Keputusan itu bukan tanpa hasil. Dari posisi barunya, Toni mampu menyumbangkan satu assist penting yang membantu Persebaya Surabaya mengejar ketertinggalan.
“Dia aslinya bukan pemain sayap kanan, tapi dia menyelesaikan pertandingan di posisi tersebut,” tambah Tavares.
Fleksibilitas Pemain Jadi Kunci dalam Situasi Cedera
Dalam situasi badai cedera yang melanda tim, fleksibilitas pemain menjadi kunci. Tavares menyebut atmosfer stadion juga memberi dorongan mental tambahan bagi anak asuhnya. Ia mengapresiasi dukungan Bonek dan Bonita yang tak henti memberi energi sepanjang laga. Sorakan dari tribun Gelora Bung Tomo membuat pemain tetap percaya diri meski beberapa harus tampil di luar posisi asli.
“Saya tidak bisa komplain sedikit pun terhadap apa yang terjadi para pemain,” kata Tavares.
Bagi Toni Firmansyah sendiri, penempatan di posisi winger bukan persoalan besar. Ia memilih fokus menjalankan instruksi pelatih demi kepentingan tim.
“Tentu saja ini bukan hasil yang kita inginkan, dan di pertandingan berikutnya saya berharap kami bisa mendapatkan tiga poin,” katanya.
Terkait perannya sebagai sayap kanan saat menghadapi Persib, Toni menegaskan siap ditempatkan di mana pun. Ia hanya berpatok pada taktik yang sudah dirancang pelatih.
“Saya akan tampil maksimal dan selalu siap ditempatkan di posisi mana pun,” katanya.
Kontribusi Efektif Toni dalam 36 Menit
Secara statistik, kontribusi Toni dalam 36 menit penampilannya terbilang efektif. Ia mencatat satu assist, 10 umpan dengan delapan di antaranya sukses, serta akurasi umpan mencapai 80 persen. Tak hanya itu, Toni juga mencatat satu dribel, satu intersep, satu blok tembakan, serta satu pemulihan bola. Catatan tersebut menunjukkan perannya bukan sekadar pelengkap di sisi lapangan.
Keputusan Tavares menjadikannya winger dadakan pun terbukti bukan langkah panik. Justru, itu bagian dari adaptasi taktik menghadapi tekanan dan kondisi skuad yang tak ideal.
Masa Depan Toni dan Strategi Tim
Hasil imbang memang membuat Persebaya Surabaya gagal mengamankan tiga poin di kandang. Namun, karakter tim yang tak menyerah menjadi modal penting menatap laga berikutnya. Persebaya Surabaya kini dituntut menjaga konsistensi jika ingin tetap bersaing di papan atas klasemen. Fleksibilitas pemain seperti Toni Firmansyah bisa menjadi senjata tambahan dalam menghadapi jadwal padat dan potensi cedera.
Laga melawan Persib Bandung memberi pesan jelas jika keberanian bereksperimen bisa membawa dampak positif. Selama pemain memahami peran dan mau berjuang, perubahan posisi bukan masalah besar. Di tengah tekanan kompetisi, keputusan taktis seperti ini justru menunjukkan keberanian pelatih membaca situasi. Bukan panik, melainkan strategi yang terukur dan berani mengambil risiko.
Kini publik Surabaya menanti kelanjutan kiprah Toni di laga-laga berikutnya. Apakah ia kembali ke posisi asli sebagai gelandang atau kembali dipercaya sebagai winger dadakan, semua bergantung pada kebutuhan tim. Yang pasti, duel kontra Persib menjadi bukti jika Persebaya Surabaya tak kehabisan akal saat dihantam badai cedera. Dengan mental kuat dan dukungan suporter, Green Force tetap mampu memberi perlawanan sengit kepada juara bertahan.





