Jangan Sembunyikan Penyakit, Wabup Ngada Kirim Enam Pasien

Pemda Ngada Bantu Enam Pasien ke Bali untuk Pengobatan Lanjutan

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, melakukan perjalanan khusus untuk mengirimkan enam pasien yang berasal dari Rumah Singgah Kebaikan Pasien Indonesia (RSKPI) Ngada menuju Denpasar, Bali. Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu, 28 Februari 2026. Salah satu pasien yang diberangkatkan adalah seorang bayi yang membutuhkan oksigen dalam perjalanannya.

Para pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit tipe A di Bali karena kondisi medis mereka tidak dapat ditangani secara maksimal di fasilitas kesehatan yang ada di Bajawa dan sekitarnya. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan pengobatan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan medis mereka.

Pelepasan pemberangkatan pasien berlangsung di Sekretariat Rusing Ngada. Hadir dalam acara tersebut antara lain Pj Sekda Ngada, Jhoni Watu Ngebu, sejumlah kepala bidang, serta relawan RSKPI Ngada. Acara ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan lanjutan.

Bernadinus Dhey Ngebu menyampaikan pesan penting kepada masyarakat, yaitu agar tidak menyembunyikan penyakit yang dialami dan tidak malu untuk menyampaikan kondisi kesehatan kepada pihak lain. Ia juga menekankan bahwa jika tidak memiliki biaya, masyarakat bisa menyampaikan hal tersebut kepada pihak terkait agar dapat diteruskan ke pemerintah.

“Kalau sakit jangan menyembunyikan diri. Kalau sakit jangan malu menyampaikan kepada teman-teman lain. Kita dengan filosofi, saling membantu, dan pasti kita cari jalan keluar. Karena sesungguhnya, tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan,” ujar Bernadinus Dhey Ngebu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan RSKPI Ngada yang telah memfasilitasi proses rujukan, mulai dari keberangkatan dari Bajawa hingga pendampingan selama masa perawatan di Bali. Menurutnya, pasien-pasien ini telah berkonsultasi bahwa sakitnya tidak bisa disembuhkan di rumah sakit setempat, sehingga perlu dirujuk ke rumah sakit dengan teknologi lebih tinggi di Bali.

Kolaborasi Pemerintah dan Relawan

Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan relawan harus terus dilakukan, karena hal ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan lanjutan. Ia menambahkan bahwa ada banyak orang yang berbaik hati membantu di rumah singgah ini, sehingga pemerintah melalui RSKPI melepas dan mengantar mereka secara resmi hari ini.

Salah satu pasien yang diberangkatkan adalah bayi berusia satu bulan dua minggu yang harus diberangkatkan menggunakan oksigen. Bayi ini mengalami penyempitan saluran pernapasan dan membutuhkan penanganan serius. Dari Bajawa, pasien diberangkatkan menggunakan mobil Ambulans Polres yang dilengkapi dengan fasilitas medis.

Koordinasi dengan Maskapai Penerbangan

Pendiri Rusing Kebaikan Pasien Indonesia, Muhammad Aryo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi khusus dengan maskapai penerbangan guna memastikan keselamatan bayi selama perjalanan. Setibanya di Bali, bayi langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Sementara lima pasien lainnya akan masuk rumah sakit sesuai jadwal kontrol pada Senin mendatang.

Hingga saat ini, total pasien asal Kabupaten Ngada yang difasilitasi perawatan melalui Rumah Singgah Bali mencapai 24 orang.

“Selama di Bali, mereka di rumah singgah, untuk tempat tinggal maupun lainya, tanggungjawab dari rumah singgah,” kata Muhammad Aryo.

Menurut Muhammad Aryo, keberangkatan enam pasien ini menjadi gambaran nyata kolaborasi kemanusiaan antara pemerintah dan relawan dalam memastikan warga Ngada mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik, terutama bagi pasien dengan kondisi kritis seperti bayi 1 bulan yang membutuhkan pertolongan segera.

Pos terkait