Kekerasan yang Menimpa Mahasiswi Akibat Rasa Sakit Hati
Seorang mahasiswi di Riau, Indonesia, menjadi korban pembacokan oleh pria yang merasa hubungannya tidak dianggap serius. Kejadian ini menimpa Farradhila Ayu Pramesti (23), seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, yang terluka parah akibat serangan menggunakan kampak dari selingkuhannya, Rehan Mujafar (21).
Rehan diketahui sudah merencanakan aksi tersebut sejak November 2025, namun baru dilakukan pada hari Kamis lalu. Ia bahkan mempersiapkan senjata seperti parang dan kampak dari rumahnya, serta sempat mengasahnya sebelum melakukan aksinya.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah menjelaskan bahwa pelaku memiliki perasaan lebih terhadap korban. Hubungan antara Rehan dan Farra berlangsung tanpa status (HTS) sejak masa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Meski begitu, Rehan merasa hubungan mereka mirip dengan pacaran, sementara korban tidak merasakan hal yang sama. Hal ini membuat Rehan merasa sangat sakit hati hingga akhirnya nekat membacok korban.
Farra ternyata telah memiliki kekasih bernama Ferdi. Kini, akun TikTok Ferdi ramai dikunjungi oleh netizen yang memberikan dukungan. Banyak dari mereka merasa Ferdi lebih layak dipertahankan dibanding Rehan karena memiliki pekerjaan tetap.
Ferdi mengungkapkan bahwa hubungan mereka hanya berlangsung selama delapan bulan. Ia menyatakan bahwa ia belum bertemu lagi dengan Farra setelah mengetahui perselingkuhannya. “Gak sampai tahun kok, cuma 8 bulan lah,” katanya saat live TikTok. Ia juga mengatakan bahwa ia tidak bisa menjenguk Farra karena sedang bekerja dan harus fokus pada masalahnya sendiri.
Meski mengalami sakit hati, Ferdi belum memutuskan apakah akan melanjutkan hubungan dengan Farra atau tidak. “Ini memang harus dipikir matang-matang,” ujarnya. Ferdi juga mengungkapkan bahwa ia kapok menjalani hubungan jarak jauh (LDR) karena sudah dua kali dikhianati. “Udah gak mau LDR lagi. Dua kali dikhianati, apes, apes,” tambahnya.
Alasan Pelaku Mengambil Tindakan Keras
Menurut keterangan polisi, Rehan merasa hubungannya dengan Farra tidak dianggap serius. Meskipun tidak memiliki status resmi, ia merasa bahwa hubungan mereka sudah cukup dalam. Namun, Farra tidak merasakan hal yang sama, sehingga membuat Rehan merasa ditipu dan sakit hati.
Kekecewaan ini akhirnya memicu tindakan keras yang dilakukan oleh Rehan. Ia menyiapkan senjata dan menyerang korban secara tiba-tiba. Akibatnya, Farra mengalami luka parah dan harus mendapatkan perawatan medis.
Dampak Terhadap Keluarga dan Masyarakat
Kejadian ini menimbulkan reaksi dari masyarakat, terutama dari para netizen yang memberikan dukungan kepada Ferdi. Banyak dari mereka merasa bahwa Farra seharusnya memilih pasangan yang lebih stabil dan bisa diandalkan.
Selain itu, kasus ini juga memicu diskusi tentang hubungan tanpa status dan bagaimana cara mengelola perasaan dalam hubungan tersebut. Banyak orang menyampaikan pendapat bahwa hubungan tanpa status bisa berisiko jika salah satu pihak memiliki harapan yang lebih tinggi daripada yang lain.
Kesimpulan
Kasus pembacokan ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya komunikasi yang jelas dalam hubungan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya untuk tidak mengabaikan perasaan orang lain, terlepas dari status hubungan yang dimiliki.





