Jawaban pasti masa jabatan Trump, cek tanggal berakhir dan isyarat 3 periode

Trumpxinhua 1
Trumpxinhua 1

Masa Jabatan Donald Trump: Kapan Berakhir?

Masa jabatan presiden Amerika Serikat (AS) diatur oleh konstitusi negara tersebut, termasuk bagi Donald Trump. Saat ini, masa jabatan Trump sebagai presiden berlangsung sejak 20 Januari 2025 dan akan berakhir pada 20 Januari 2029. Hal ini sesuai dengan aturan Amandemen ke-22 Konstitusi AS yang menyatakan bahwa seorang presiden hanya diperbolehkan menjabat maksimal dua periode.

Dengan demikian, periode 2025–2029 menjadi masa jabatan terakhir bagi Trump. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai presiden dari 2017 hingga 2021. Setelah tidak menjabat selama satu periode, Trump kembali terpilih dan dilantik untuk masa jabatan kedua pada 20 Januari 2025. Dengan batasan dua periode, maka setelah 20 Januari 2029, kepemimpinan AS harus beralih kepada presiden terpilih hasil pemilu berikutnya.

Aturan Konstitusional dan Proses Pelantikan

Sesuai ketentuan konstitusional, satu periode masa jabatan presiden berlangsung selama empat tahun penuh sejak tanggal pelantikan. Dengan aturan ini, masa jabatan yang sedang berjalan akan berakhir tepat pada 20 Januari 2029, yang menjadi batas akhir periode kedua. Aturan ini berlaku bagi seluruh presiden tanpa pengecualian dan bertujuan menjaga keseimbangan kekuasaan dalam sistem demokrasi konstitusional.

Pelantikan presiden Amerika Serikat secara konstitusional selalu dilakukan pada 20 Januari setelah tahun pemilu. Tradisi ini memastikan proses transisi kekuasaan berjalan tertib dan berkesinambungan, sekaligus memberi kepastian hukum atas berakhirnya masa jabatan presiden. Selain presiden, wakil presiden juga memiliki masa jabatan yang sama karena dipilih dalam satu paket pencalonan. Masa jabatan keduanya berakhir bersamaan sesuai jadwal konstitusional.

Faktor Usia dan Syarat Konstitusional

Donald Trump lahir pada 14 Juni 1946 dan berusia 79 tahun saat memulai periode keduanya pada 2025. Meski usianya cukup tua, konstitusi AS tidak membatasi usia maksimal presiden, selama memenuhi syarat dasar: berusia minimal 35 tahun, warga negara kelahiran AS, serta telah tinggal di Amerika Serikat sedikitnya 14 tahun. Dengan ketentuan tersebut, pertanyaan mengenai masa jabatan Trump sampai kapan terjawab secara tegas, yakni berakhir pada 20 Januari 2029.

Isu Tiga Periode dan Reaksi Pakar

Meski demikian, Trump sempat mengisyaratkan wacana tiga periode. Pernyataan ini membuat spekulasi politik semakin ramai. Mengutip laporan Reuters, Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One. Ia mengatakan, “Saya tidak akan melakukannya. Menurut saya itu terlalu lucu. Orang-orang tidak akan menyukainya.” Meski disampaikan dengan nada bercanda, pernyataan ini langsung memicu perdebatan luas di Washington.

Sesuai Amandemen ke-22, presiden AS hanya diperbolehkan menjabat maksimal dua periode, sehingga peluang Trump untuk maju kembali pada 2028 secara hukum tertutup. Trump yang kini berusia 79 tahun kerap menggoda pendukungnya dengan slogan “Trump 2028” dalam berbagai rapat umum. Namun, pakar konstitusi menilai semua skenario untuk memperpanjang masa jabatan Trump nyaris mustahil.

Selain itu, Amandemen ke-12 juga menegaskan bahwa siapa pun yang tidak memenuhi syarat menjadi presiden, otomatis tidak layak menjabat wakil presiden. Artinya, wacana “jalan belakang” tetap terbentur konstitusi.

Persiapan Menuju Pilpres 2028

Di tengah dinamika tersebut, sejumlah tokoh Partai Republik mulai bersiap menghadapi Pilpres 2028. Sementara itu, mantan kandidat Demokrat Kamala Harris juga mengisyaratkan kemungkinan kembali maju dalam kontestasi mendatang.


Pos terkait