Kunto Arief Wibowo: Penerus Jejak Ayah di Dunia Militer
Indonesia sedang berduka atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Tri Sutrisno, yang meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Di tengah suasana duka tersebut, perhatian publik justru tertuju pada salah satu dari tujuh anak Tri Sutrisno dan istrinya, Tuti Sutiawati. Sosok tersebut adalah Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang memiliki karier moncer di dunia militer.
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo lahir di Malang, 15 Maret 1971. Lulusan Akademi Militer pada 1992 dari kecabangan Infanteri ini ternyata teman seangkatan Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Karier militer Kunto dimulai sejak berpangkat Letnan Dua hingga Kapten, dengan penugasan sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Linud 502/Ujwala Yudha pada 1992, serta sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 412/Bharata Eka Sakti.
Pada 2007, ia menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat Pendidikan Reguler XLV. Ia juga sempat menjadi peserta pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional pada 2018.
Karier Moncer Kunto: Dari Komandan Pleton Hingga Kepala Staf Brigade Infanteri
Setelah menempuh berbagai penugasan di tingkat satuan, Kunto mendapat kepercayaan sebagai Kepala Seksi Operasi (Kasi 2/Ops) Korem 083/Baladhika Jaya pada 2007 hingga 2008 saat berpangkat Mayor. Pada jenjang Letnan Kolonel, ia dipercaya memimpin Batalyon Infanteri 500/Raider sebagai Komandan pada 2008 hingga 2009, dilanjutkan sebagai Komandan Satuan Pendidikan Sussarcab di Pusdikif Pussenif (2009—2010), serta menjabat Kepala Staf Brigade Infanteri 13/Galuh (2010—2012).
Komandan Brigade Hingga Danpuslatpur
Kariernya terus menanjak saat menjadi Kolonel, ketika mengemban tugas sebagai Komandan Brigade Infanteri 6/Tri Shakti Balajaya (2012—2013), dilanjutkan sebagai Kepala Departemen Teknik Akademi Militer (2013—2014). Ia kemudian dipercaya sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Kodam IX/Udayana (2014—2016), sebelum menjabat Komandan Korem 044/Garuda Dempo (2016—2018) dan Komandan Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD pada 2018.
Danrem Hingga Pangkogabwilhan I
Meraih pangkat Brigadir Jenderal, ia kemudian diangkat sebagai Komandan Korem 032/Wirabraja dari tahun 2018 hingga 2020, lalu menjabat Kepala Staf Kodam III/Siliwangi pada periode 2020—2021. Setelah itu, sebagai Mayor Jenderal, ia mengemban amanat sebagai Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad (2021—2022), sebelum menjadi Panglima Kodam III/Siliwangi yang juga merangkap Komandan Komando Garnisun Tetap II/Bandung pada 2022 hingga 2023.
Ia lalu dipercayakan sebagai Wakil Komandan Kodiklatad (2023—2024) dan Staf Ahli Bidang Ekonomi Sekretariat Jenderal Wantannas pada 2024. Pada 2024, ia mendapatkan kenaikan pangkat Letnan Jenderal dan diangkat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I).
Penghargaan yang Menggambarkan Prestasi
Kunto Arief Wibowo telah menerima berbagai penghargaan yang mencerminkan prestasinya dalam dunia militer, antara lain:
- Bintang Yudha Dharma Pratama
- Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
- Freefall Parachutist Badge dari Angkatan Darat Manusia
- Air Assault Badge dari Angkatan Darat Amerika Serikat
Dengan prestasi yang mengesankan, Kunto dinilai sukses melanjutkan jejak pengabdian sang ayah di dunia militer.





