Jemaah Diminta Tunda Umrah Hingga Kondisi Stabil Pasca Serangan AS-Israel ke Iran

6f85f040 Fcab 11ee A9f7 4d961743aa47 1
6f85f040 Fcab 11ee A9f7 4d961743aa47 1

Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan

Pemerintah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah umrah untuk menunda keberangkatan hingga kondisi di kawasan Timur Tengah kembali stabil. Imbauan ini dikeluarkan sebagai upaya untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang sedang menjalani ibadah umrah.

Imbauan tersebut disampaikan setelah terjadinya serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/1/2026). Kondisi yang tidak menentu di kawasan tersebut dinilai berpotensi membahayakan jemaah yang sedang berada di luar negeri, khususnya di Arab Saudi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihaknya meminta para jemaah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara. Hal ini dilakukan agar semua pihak dapat memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan ibadah.

  • “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” kata Dahnil dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Pemerintah juga meminta seluruh jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik. Dengan situasi yang sedang tidak stabil, penting bagi masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

  • “Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” kata Dahnil.

Seluruh pihak diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan. Dengan adanya koordinasi yang intensif, pemerintah berharap semua jemaah dapat mendapatkan perlindungan maksimal.

Persiapan Ibadah Haji 1447 H/2026 M

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan. Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berlangsung sesuai jadwal.

Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah. Ia juga menyampaikan harapan agar kondisi segera normal kembali dan semua pihak dapat menahan diri.

  • “Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri,” ucapnya.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah. Dengan demikian, diharapkan seluruh proses ibadah dapat berjalan dengan lancar dan aman.


Pos terkait